Berawal terpilih sebagai perwakilan dari Kwarcab Bojonegoro dalam Giat Prestasi Jatim 2025 yang digelar Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur. Aurelia Zahira Asa berhasil mempersembahkan prestasi juara satu dalam lomba Aquatic Championship untuk Bojonegoro.
IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
PENUH semangat, Aurelia Zahira Asa menceritakan pengalamannya dalam Giat Prestasi Pramuka Jatim 2025. Dalam kegiatan yang berlangsung pada 11 hingga 14 September lalu, Asa sapaan akrabnya meriah juara satu di Lomba Aquatic Championship.
Asa sangat bangga dan senang dengan prestasi yang diraih tersebut. Terlebih berbeda dengan kejuaraan lainnya, lomba tersebut mewakili Kwarcab Bojonegoro.
''Juara 1 Nomor 25 meter Gaya Dada," ungkap siswa SMAN 2 Taruna Pamong Praja Bojonegoro.
Pada lomba berlangsung di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang tersebut Asa bertemu dengan lawan biasa dihadapi dalam berbagai kejuaraan di tingkat provinsi. Hasilnya siswa kelas XI mampu menjadi yang tercepat dan meraih juara satu.
Asa tak melakukan persiapan atau latihan khusus sebelum menjalani lomba tersebut. Terlebih sudah menjalani latihan rutin setiap hari. Baik pagi dan sore. Meski begitu latihan rutin dijalani mampu mengantarkannya meraih prestasi.
''Latihan renang setiap pagi dan sore. Juga jogging," ungkap siswa asal Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro Kota.
Asa sebenarnya terbiasa didampingi sang mama ketika bertanding. Namun ketika dalam lomba di Malang lalu sang mama berhalangan datang. Meski begitu ketika bertanding asa merasa sang mama tetap hadir dan seolah mendengarkan teriakan dukungan dari sang mama.
''Ada yang berbeda rasanya ketika mama hadir atau tidak," jelas alumni SMPN 5 Bojonegoro tersebut.
Ketika lomba di Malang, Asa mendapatkan banyak teman baru, sesama kontingen dari Bojonegoro. Ketika awal bertemu masih canggung, namun ketika kegiatan berlangsung semakin akrab.
''Teman-teman dari sekolah, kecamatan, dan latar belakang berbeda," ujarnya.
Prestasi Asa dalam olahraga renang sudah tak terhitung. Terlebih telah menekuni renang sejak duduk di bangku TK. Pelatihnya saat itu menilai Asa memiliki bakat, karena dalam waktu singkat bisa berenang. Sehingga mengarahkan agar fokus menekuni renang dan menjadi atlet.
Anak kedua tersebut awalnya takut berenang. Namun setelah itu dilatih berani dengan air. Ditambah dukungan dari keluarga menjadi semangat dan menambah keberanian.
''Ayah dulu atlet renang," terangnya.
Asa merasa membagi waktu menjadi tantangan sebagai atlet renang. Terlebih harus harus membagi waktu dengan sekolah.
''Antara akademik dan non akademik," ungkapnya.
Latihan setiap hari terkadang membuat Asa bosan dan capek. Namun untuk menjaga suasana hati agar tetap semangat berlatih, Asa terbiasa berkeliling kota untuk memperbaiki suasana hati.
''Muter-muter kota beli jajan," ungkapnya.
Saat ini Asa sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Jatim Open daan Indonesia Open. Sehingga inggin latihan lebih serius lagi.
"Jogging ketika tidak ada latihan di kolam," katanya.
Mama Asa Ani Tri Wahyuni mengatakan keluarga mendukung penuh karir Asa sebagai atlet renang. Termasuk mengusahakan hadir setiap kejuaraan. Selain itu, memfasilitasi berbagai keperluan.
''Sejak awal menekankan ketika memilih menjadi atlet harus berprestasi. Namun sekolah tak boleh terbengkalai. Harus seimbang antara akademik dan non akademik," jelasnya. (*/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana