Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bayu Aji Febrian, Pemain Sepak Bola Muda Potensial Asal Desa Kalirejo, Bojonegoro: Rela Cari Pekerjaan Sampingan Demi Bantu Perekonomian

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 23 April 2025 | 21:34 WIB
BERBAKAT: Bayu Aji Febrian, pemain sepak bola muda potensial kelahiran Bojonegoro saat berkostum Persenga Nganjuk. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
BERBAKAT: Bayu Aji Febrian, pemain sepak bola muda potensial kelahiran Bojonegoro saat berkostum Persenga Nganjuk. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Mimpi menjadi pemain sepak bola profesional Bayu Aji Febrian sejak duduk di kelas 2 SD. Keterbatasan ekonomi keluarga tak menghalangi mimpinya. Bahkan tak malu mencari pekerjaan sampingan ketika kompetisi berakhir.


IRVAN RAMADHON, Bojonegoro


PERJALANAN seorang atlet sering kali dipenuhi dengan berbagai pengorbanan besar. Kondisi ini juga dialami oleh Bayu Aji Febrian. Sejak kecil, Bayu telah menunjukkan minat mendalam terhadap sepak bola, diawali saat bergabung dengan sekolah sepak bola (SSB) Boca Junior Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro Kota.

‘’Sejak kelas 2 SD,” ungkap pemain asal Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro Kota tersebut.

Ketertarikan Aji pada sepak bola muncul ketika melihat pemainan sang idola Lionel Messi di layar kaca. Semenjak itu, pemain pernah menimba ilmu di SSB Bojonegoro Putra tersebut langsung jatuh cinta dengan sepak bola. Juga ingin memperbaiki ekonomi keluarga dan mengangkat derajat orang tua lewat dunia si kulit bundar.

‘’Jadi bahan ejekan waktu awal ikut SBB karena belum bisa main bola,” kata alumni SMAN 3 Bojonegoro tersebut.

Pria 22 tahun itu berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Dalam keadaan ekonomi sulit, orang tuanya tetap mendukung dan rela berkorban. Termasuk berutang demi membiayai kebutuhan sepak bola, seperti sepatu dan biaya latihan.

‘’Sepatu bola pertama harganya hanya Rp 20 ribu,” jelas pemain pernah memperkuat Bojonegoro FC tersebut.

Selama perjalanan kariernya, Aji banyak menghadapi tantangan. Pemain bisa bermain di bek kanan, gelandang tengah dan kanan tersebut tidak hanya berjuang di dalam lapangan. Namun juga di luar lapangan untuk mewujudkan cita-cita menjadi pemain bola sekaligus membantu perekonomian keluarga.

Aji mencari pekerjaan sampingan ketika musim liga berakhir. Mulai dari kuli angkat barang di toko hingga bekerja di tempat cuci mobil. Semua dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski harus membagi waktu antara bekerja dan berlatih.

‘’Cari kerja sampingan yang kerjanya tidak sampai sore hari, agar sore masih bisa latihan atau bermain bola,” terang eks pemain Persenga Nganjuk itu.

Keberanian Aji untuk menunjukkan bakat melalui media sosial bahkan membawanya ke undangan trial dari tim Liga 2, Nusantara United pada 2022 lalu. Tepatnya ketika salah satu manajemen melihat video kemampuannya yang diunggah ke akun tiktok @MAS BAY miliknya.

‘’Padahal sekadar iseng atau untuk hiburan dengan mengunggah video tersebut,” ujar mantan pemain Persetala Tanah Laut, Kalimantan Selatan tersebut.

Sampai saat ini, pemain memiliki kelebihan umpan mematikan kaki kanan tersebut terus menjaga impiannya menjadi pemain profesional. Tentu dengan terus berlatih, mengikuti tarkam, hingga trial di berbagai klub. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pemain sepak bola #persenga nganjuk #Liga 2 #sekolah sepak bola #Sepak Bola #kalirejo #Nusantara United #perekonomian #ssb #Kompetisi #Ekonomi #Persetala #pengorbanan #bojonegoro #cuci mobil #bojonegoro fc #boca junior #si kulit bundar #tanah laut