Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Desa Campurejo Kembangan Potensi Berbasis Ketahanan Pangan

Hakam Alghivari • Rabu, 20 November 2024 | 16:00 WIB
KETAHANAN PANGAN: Aneka potensi Desa Campurejo senantiasa dioptimalkan. Salah satunya fokus pada potensi berbasis ketahanan pangan seperti greenhouse.
KETAHANAN PANGAN: Aneka potensi Desa Campurejo senantiasa dioptimalkan. Salah satunya fokus pada potensi berbasis ketahanan pangan seperti greenhouse.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Desa Campurejo berada di Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro utara yang keberadaannya tepat di bantaran sungai Bengawan Solo. Karena memang geografis desa yang berada tepat di sepanjang Bengawan Solo, mengakibatkan Desa Campurejo kerap terkena banjir.

Khususnya, pada musim penghujan. Namun, di samping itu pihak desa juga mengambil sebuah peluang atau potensi dengan adanya Bengawan Solo tersebut. Menurut Kepala Desa (Kades) Campurejo Edi Sampurno mengatakan, pihak desa ternyata mampu mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam.

Dengan adanya Bengawan Solo, melalui pengelolaan air tersebut dengan dikoordinasi oleh kelompok petani setempat untuk dimanfaatkan sebagai pengairan sawah. Dengan itu kami bisa memastikan mengenai ketersediaan dan dimanfaatkan sebagai ketahanan pangan desa bisa ditingkatkan dengan ketersediaan air itu terpenuhi. Sehingga, produksi padi bisa terjaga dan itu kami bisa memproduksi padi dalam dua tahun bisa lima kali panen,” ungkap pria kelahiran 1971 tersebut.

Pihak desa sendiri juga memanfaatkan berbagai program yang bersinergi dengan program Nasional mengenai ketahanan pangan. Selain memanfaatkan Bengawan Solo, Desa Campurejo juga menemukan potensi lain yang berawal dari bencana kekeringan dan kekurangan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga yang pernah melanda Desa Campurejo.

Melalui permasalahan tersebut, pihak desa mencari sebuah inovasi dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam berupa sumber air bersih bawah tanah. Dengan berbagai macam survei dan pengujian laboratorium untuk memastikan air tersebut layak digunakan. 

Sehingga, dieksplor dan membuat sumur bawah tanah yang sampai saat ini berhasil membuat hampir 32 titik air bersih sebagai penanggulanngan bencana kekurangan air bersih. Kemudian pengelolaannya diserahkan kepada kelompok masyarakat. 

Dengan inovasi tersebut, di samping kebutuhan air bersih terpenuhi, juga tumbuhnya ekonomi mikro di masing-masing kelompok masyarakat. Dengan mengelola sumber daya alam itu ternyata bisa membuat suatu usaha bersama untuk pengelolaan air tadi.

Dari SHU yang dikelola mereka bisa berinovasi mengembangkan ekonomi mikro di masing-masing lingkungan terutama untuk kegiatan sosial untuk membantu masyarakat,” tuturnya. Desa Campurejo juga mengembangkan potensi lain dengan menumbuhkembangkan UMKM. Yakni, dengan memberikan berbagai macam fasilitas tempat usaha dengan harga sewa lahan yang terjangkau. 

Dalam perkembangannya, ada aneka UMKM di Desa Campurejo. Meliputi UMKM berbasis lingkungan seperti pedagang tanaman bunga maupun tanaman buah-buahan. Itu pun kami berikan sebuah fasilitas. Sehingga, itu menjadi market pasar bunga yang mungkin di dalam kota baru kami yang mempelopori itu,” tandasnya.

Menurut Edi, masyarakat diberikan kebebasan dalam mendirikan UMKM. Yakni, secara perseorangan atau mandiri dan UMKM dalam bentuk BUMDes. Namun, dalam pemberian bantuannya memang pihak desa tidak bisa memberikan bantuan secara penuh bagi masyarakat khususnya dalam pengembangan UMKM mandiri.

Program yang dihasilkan memang berfokus pada kemakmuran warga serta ekonomi desa yang mampu bersaing dan mumpuni. Sehingga, tidak heran banyaknya program yang ditujukan untuk membantu warga desa terus digencarkan. Dan, dilakukan seperti halnya penyediaan BUMDes simpan pinjam yang mana 50 persen sisa hasil usaha (SHU) yang dihasilkan bakal dialirkan kepada kebutuhan anak-anak difabel,” terangnya.

Adapun BUMDes Campurejo terdiri atas simpan pinjam, pengelolaan BPJS Ketenagakerjaan non penerima upah, pengelolaan air bersih, penyediaan barang dan jasa, hingga BUMDes berbasis kuliner,” imbuhnya.

Edi pun menjelaskan, bahwa pihak desa punya rencana dekat untuk lebih mengembangkan pada ketahanan pangan desa. Caranya dengan membuat inovasi mengenai tanaman pertanian yang berbasis teknologi greenhouse. Selain itu, juga digunakan sebagai bahan edukasi bagi anak-anak di dalam kota yang notabene tempatnya sempit. Jadi, bisa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dengan memanfaatkan metode greenhouse. (naw/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#Alam #Desa #inovasi #sumber daya #Pertanian #umkm #Ketahanan Pangan #Campurejo