Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Melihat Warga Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo Selamatan sebelum Gali Sumur

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 3 Oktober 2024 | 19:03 WIB
SELAMATAN: Sebelum pekerjaan menggali sumur air, belasan warga Dusun Jipangulu, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo menggelar ritual selamatan demi kelancaran pekerjaan. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
SELAMATAN: Sebelum pekerjaan menggali sumur air, belasan warga Dusun Jipangulu, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo menggelar ritual selamatan demi kelancaran pekerjaan. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Meski dikelilingi Bengawan Solo, tak membuat warga Dusun Jipangulu, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo bebas dari kekeringan. Upaya mencari sumber air terus dilakukan. Tak hanya fisik dan peralatan, namun ritual secara kultural dengan selamatan.


DHANI WAHYU ALFIANSYAH, Bojonegoro


BELASAN warga Dusun Jipangulu, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo tampak berduyun-duyun ke area makam desa setempat. Kebetulan, langit sedang cerah Rabu pagi (2/10).  Tak hanya membawa peralatan bor, namun sebagian warga menenteng makanan.

Mereka bersiap menggelar acara ritual selamatan, untuk memulai pembangunan insfratruktur air bersih di desanya. Kali ini, lokasi yang dipilih tepat berada di samping situs dan makam sesepuh, yang disakralkan warga setempat.

Badrun Sulaiman, tokoh masyarakat Dusun Jipangulu, mengawali doa sembari berharap semua berjalan lancar dan bermanfaat bagi banyak orang. Ia memimpin doa bersama dan diamini warga lain yang hadir. ’’Ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah dan semoga berhasil,” harap pria yang juga Ketua MWC NU Kecamatan Margomulyo itu.

Kiai Badrun, sapaannya, menambahkan, bahwa fasilitas air bersih ini sangat dibutuhkan masyarakat. Jadi, harus dimulai dengan hal-hal baik dan didoakan terlebih dahulu. Kiai Badrun menceritakan, dari tiga RT yang ada di dusunnya, dua di antaranya telah mendapatkan akses air bersih, meski minim.

Sedangkan, ada satu RT masih kesulitan. ’’Kalau dilihat, Dusun Jipangulu diputari Bengawan Solo, namun sulit air bersih,” ceritanya. Kiyai Badrun melanjutkan, bahwa kesulitan air tersebut, khususnya pada sumber yang berada pada tahan.

Sementara, air pada sungai Bengawan Solo sudah tak lagi dimanfaatkan untuk kebutuhan harian oleh warga setempat. ’’Saat airnya sudah berbeda, dibanding tahun ‘80 sampai ’90-an,” bebernya.

Melihat kondisi tersebut, warga sudah beberapa kali membuat sumur, bahkan hingga kedalaman 60 meter sampai 120 meter. Sayangnya, airnya asin dan hanya bertahan maksimal enam bulan. ’’Perlu diketahui, untuk satu titik pengeboran, biayanya sampai jual sapi babon,” ceritanya Rabu (2/10).

Warga pun hanya bersiaga saat musim kemarau dan berharap bantuan datang. Meski dahulu warga terbiasa ngangsu (mengambil air secara langsung) ke Bengawan Solo. Namun, kini kondisi airnya sudah tidak sejernih dan sebersih dahulu, khususunya 20 tahun terakhir.

Sehingga, warga hanya sesekali mengambil air dari Bengawan Solo. ’’Ya kita tahu sendiri, sudah tercemar. Sudah tidak bersih seperti dulu lagi,” tandasnya.  Bahkan, untuk mandi dan kebutuhan hewan ternak, warga pun tidak berani mengambil di sungai Bengawan Solo. (*/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kecamatan #air bersih #margomulyo #Desa #warga #jual sapi #margamulya #bengawan solo #sumur #kekeringan #Selamatan #ngelo #bengawan #Ngangsu Air #gali sumur #Air