Kemenangan Timnas Indonesia pada laga perdana di Piala AFF U-16 2024 saat kontra Singapura tak lepas dari peran Alberto, pemain yang tinggal di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk.
YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro.
NAMA Alberto santer jadi perbincangan jagat maya sejak Jumat (21/6) malam usai berhasil mencetak gol dingin atas kemenangan Indonesia kontra Singapura dalam laga perdana Piala AFF U-16 2024.
Pemuda bernama lengkap Fadly Alberto Hengga itu diketahui berdomisili Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk. Bergabung sekolah sepak bola (SSB) sejak usia delapan tahun membuat Alberto intens mengasah dan meningkatkan potensinya.
Berkat kepiawaiannya, kini pemuda kelahiran 2008 itu tergabung dalam klub Bhayangkara Presisi Indonesia FC. Sekaligus sebagai gelandang serang atau penyerang di Timnas U-16 di bawah asuhan Coach Nova Arianto.
Alberto lahir di Papua dan menginjakkan kaki di Bojonegoro sejak usia tiga tahun. Pada usia delapan tahun mulai tergabung di SSB Sukorejo Putra. ‘’Umur tiga tahun dia (Alberto, red) sudah di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk. Sekolah TK (taman kanak-kanak) dan SD (sekolah dasar) di desa setempat. Mulai umur delapan sampai 15 tahun ikut SSB Sukorejo Putra,” ungkap Pelatih SSB Sukorejo Putra, Wawan Bruno kemarin (22/6).
Pria akrab disapa Coach Bruno itu melanjutkan, Alberto memiliki potensi luar biasa sejak bergabung SSB. Sehingga, diarahkan untuk mengikuti seleksi Bhayangkara Presisi Indonesia FC.
Dalam seleksi pun, dia mengatakan, Alberto menunjukkan performa luar biasa dan berhasil lolos. Yang sebelumnya tergabung di tim B berhasil naik di tim A.
Sebab, saat dalam tim B berhasil mencetak gol dan menunjukkan bakat yang mumpuni dalam sepak bola. ‘’Ada tim A dan B di Bhayangkara. Pertama, Alberto di tim B dan berhasil memasukkan (gol). Kemudian, tim B bertanding melawan tim A namun, dimenangkan tim B. Selanjutnya, dia bergabung di tim A,” jelas pria domisili Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota itu.
Dia menambahkan, tergabungnya Alberto dengan klub berjuluk The Guardians itu baru sekitar tujuh bulan. Menurut dia, anak didiknya sengaja diarahkan sesuai potensi. Misal kuliah, mendaftar kepolisian atau tetap melanjutkan talenta di bidang olahraga. Karena, katanya, bergabung dengan SBB sekitar usia delapan atau sembilan tahun hingga 16 atau 17 tahun.
‘’Alberto masuk di Bhayangkara belum genap setahun. Baru tujuh bulan. Karena punya talenta saya alihkan ke situ. Kalau hanya di Bojonegoro terus anak ini (Alberto, red) tidak ada yang melirik,” tandasnya.
Sementara itu, pria 45 tahun ini sangat mengapresiasi gol yang diciptakan anak asuhnya di SSB Sukorejo Putra saat itu.
Menurutnya, Alberto pintar mencari celah untuk mengecoh pergerakan lawan. Hingga bisa mencuri lengah pemain belakang dan menusuk umpan teropos dengan tenang. ‘’Dan akhirnya dia berhasil memasukkan (gol),” pungkas pelatih berlisensi C itu. (*/msu)
Editor : Hakam Alghivari