Keisengan Muhammad Muflihun membuatkan mahar mengantarkan ia kepada kesuksesan. Seniman mahar asal Baureno tersebut saat ini telah menjadi pengusaha mahar. Bahkan telah berhasil membangun rumah sendiri dari hasil usahanya tersebut.
DEWI SAFITRI, Bojonegoro
TANGAN kreatif Muhammad Muflihun berhasil mengantarkannya dalam kesuksesan sebagai wirausaha di bidang mahar. Ketelatenannya dalam menghias setiap mahar membuat para customer puas akan karya yang dihasilkan.
Beragam jenis mahar indah karyanya melengkapi momen spesial pernikahan banyak orang. Tidak hanya dari dalam kota, melainkan juga telah sampai hingga ke luar kota hingga meluas di luar pulau Jawa.
Laki-laki 28 tahun tersebut memulai usahanya sekitar empat tahun lalu. Bermula dari keisengan menerima permintaan untuk membuat mahar pernikahan. Jiwa suka berkarya dalam dirinya mencuat ketika mendapat tantangan tersebut.
Merasa tertarik, ia terus mengasah kemampuannya sebagai seniman mahar dengan belajar secara otodidak dari media sosial. Hingga keterusan dan menjadi pengusaha mahar hingga sekarang.
’’Alhamdulillah, sekarang sudah bisa membangun rumah sendiri. Selain itu, bisa sedikit-dikit menabung untuk umrah dan haji secepatnya,” ujar wirausaha asal Desa Blongsong, Kecamatan Baureno tersebut.
Jadi pengusaha di bidang mahar ada kesenangan tersendiri bagi Muflih. Terlebih, ketika mendapat tantangan membuat mahar terbaru dan unik. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri baginya. Memuaskan, ketika berhasil membuat mahar sesuai dengan permintaan dan membuat pelanggan merasa puas. Tak jarang juga, karya buatannya dihargai mahal.
’’Banyak cerita menarik di sini. Salah satunya, ketika ada yang memesan mahar. Namun, ketika sudah siap malah dibatalkan. Dengan alasan pernikahan batal karena calonnya memiliki kekasih lain,” ujar alumni mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan tersebut.
Selain pembuatan mahar, Muflih juga menyediakan beragam jasa lainnya. Di antaranya, seserahan, produksi bingkai, hingga dekorasi pengantin. Dia berkeinginan untuk terus mengembangkan bisnis di bidang pernikahan.
Berawal dari undangan, kemudian mahar, seserahan, dekorasi pengantin, hingga ingin menjadi wedding organizer. Dia mengaku, suka dengan hal-hal tentang pernikahan. Bahkan, segala permintaan pelanggan atau calon pengantin selalu berusaha diturutinya.
Mulai dari model mahar, garansi, pembayaran di tempat, hingga permintaan revisi. Hal tersebut dilakukan agar bisa mengepakkan usahanya lebih luas lagi. Dengan harapan, dapat memiliki galeri sendiri.
Meski usahanya jarang dikenal di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Namun, Muflih telah berhasil mengembangkan usahanya hingga menyasar ke berbagai daerah melalui marketplace dan media sosial.
’’Bisa dikatakan usaha kami ini tidak kasat mata. Karena pengirimannya selalu ke luar daerah secara online. Seperti, Pulau Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi,” pungkasnya. (*/bgs)
Editor : Hakam Alghivari