Mayoritas Petani Berusia di Atas 50 Tahun, Regenerasi Jadi PR Besar Bojonegoro

Dewi Safitri • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:30 WIB

 

PENEN : Petani Bojonegoro sedang mencabut bibit padi untuk ditanam di sawah.(HAKAM/RADAR BOJONEGORO)

 
PENEN : Petani Bojonegoro sedang mencabut bibit padi untuk ditanam di sawah.(HAKAM/RADAR BOJONEGORO)  

 RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Regenerasi petani masih menjadi tantangan besar bagi sektor pertanian di Kabupaten Bojonegoro. Mayoritas petani saat ini berusia di atas 50 tahun, sementara minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian masih sangat rendah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani, mengatakan persoalan regenerasi menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan jika Bojonegoro ingin menjadikan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi di masa depan.

"Regenerasi petani ini menjadi pekerjaan rumah yang besar," ujarnya.

Baca Juga: Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro di Sektor Pertanian Menyusut, Turun Sebanyak 20,17 Ribu Orang

Menurut Zaenal, sebagian besar petani di Bojonegoro telah berusia lebih dari 50 tahun. Sementara itu, hampir tidak ada petani yang berasal dari kelompok usia muda, khususnya usia 16 tahun ke bawah. Kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan sektor pertanian.

Karena itu, DKPP terus berupaya menumbuhkan minat generasi muda melalui pembentukan kelompok petani milenial. Hingga saat ini, telah terbentuk 11 kelompok petani milenial di Bojonegoro dengan masing-masing kelompok beranggotakan sekitar 25 orang.

"Kami sudah memulai langkah itu dan akan terus kami lakukan," tegasnya.

Tak hanya membentuk kelompok, DKPP juga memberikan berbagai bentuk dukungan, salah satunya bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong petani muda belajar mengelola usaha pertanian secara lebih modern dan produktif.

"Kami akan terus memberikan dorongan melalui bantuan alsintan agar mereka bisa hidup dari sektor pertanian," tambahnya.

Baca Juga: Jumlah Pekerja Sektor Jasa Alami Kenaikan, Sektor Pertanian Mendominasi Penyerapan Tenaga Kerja di Bojonegoro

Zaenal berharap Bojonegoro dapat mencontoh keberhasilan Belanda dalam mengembangkan sektor pertanian modern. Meski memiliki luas wilayah yang jauh lebih kecil dibandingkan Provinsi Jawa Timur, Belanda memiliki sekitar 25 ribu hektare greenhouse yang mampu menghasilkan komoditas hortikultura dalam jumlah besar, mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga bunga, untuk memenuhi pasar dunia.

Menurutnya, konsep tersebut layak menjadi inspirasi bagi Bojonegoro dalam mengembangkan pertanian berbasis teknologi.

"Dengan greenhouse, berbagai kendala pertanian dapat diatasi, mulai dari dampak perubahan iklim, serangan hama dan penyakit, hingga keterbatasan sumber air. Model seperti ini sangat cocok dikembangkan oleh petani milenial," pungkasnya. (ewi/zim)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Petani Pertanian sektor pertanian bojonegoro