RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sejumlah warga mulai mengeluhkan kelangkaan gas melon dalam beberapa hari terakhir, seperti di Kecamatan Ngraho hingga Gayam.
"Elpiji 3 kg (kilogram) langka lagi ini. Sudah sekitar dua hari," keluh Rossy Mursyidah, warga Kecamatan Gayam kemarin (7/7).
Rossy melanjutkan, dua hari lalu kehabisan gas melon, namun saat hendak membeli diberi tahu bahwa elpiji 3 kg itu mulai langka.
"Sisa satu saat itu, Alhamdulillah masih dapat. Dapat informasi juta dari teman tanya di grup bagaimana kondisi di wilayah lain karena lama tidak ada pengiriman. Tapi, itu sudah kapan hari," imbuh guru sekolah madrasah tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Trucuk itu.
Hal senada disampaikan Nikmatul Khoiriyah salah satu pemilik toko kelontong di Kecamatan Ngraho. Menurut dia, elpiji 3 kg sudah langka sejak bulan lalu hingga sekarang. Bahkan, klaim dia, isi tabung tidak sesuai. Namun, harga masih terbilang normal Rp 22 ribu per tabung.
"Yang biasanya dua sampai tiga minggu habis, sekarang seminggu penggunaan sudah habis. Harga stabil di sekitar Rp 22 ribu per tabung. Hanya, barangnya langka," ujar dia.
Sementara itu, pihak Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus belum bisa dikonfirmasi terkait kelangkaan elpiji di Bojonegoro. (yna/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko