RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro belum memiliki data resmi mengenai jumlah freelancer (pekerja lepas) hingga saat ini.
Pendataan tenaga kerja masih terfokus pada sektor formal dan informal yang bersifat tetap. Tren pekerja lepas di Bojonegoro terus berkembang, terutama di kalangan usia produktif. Pekerjaan fleksibel yang tidak terikat pada perusahaan tersebut menjadi pilihan.
Tidak sedikit masyarakat yang bekerja freelance. Baik secara online maupun offline. Namun, keberadaannya belum tercatat dalam sistem resmi ketenagakerjaan daerah.
Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Industrial Dinperinaker Bojonegoro Rafiudin Fatoni mengatakan, bahwa Dinperinaker belum memiliki data terkait jumlah freelancer di Bojonegoro. Baik dari segi jumlah maupun sisi lainnya.
’’Kami belum memilikinya (data pekerja freelance di Bojonegoro),” ujarnya kemarin (4/7). Dia menjelaskan, belum tersedianya data tersebut disebabkan beberapa hal. Salah satunya, karena sifat freelancer sangat dinamis, fleksibel, dan tidak selalu tercatat secara formal dalam sistem ketenagakerjaan yang ada.
Baca Juga: Tren Kerja Freelance Meningkat di Bojonegoro: BPS Catat 8,94 Persen Pekerja Lepas
’’Banyak pekerja freelance yang bekerja lintas sektor, platform, bahkan negara. Sehingga, pendataannya membutuhkan pendekatan yang berbeda. Dan, kolaborasi dari berbagai pihak,” terangnya.
Meski demikian, Fatoni melanjutkan, pihaknya menyadari pentingnya data ini dalam merumuskan kebijakan yang inklusif. Karena itu, upaya menuju pengumpulan data yang lebih baik terhadap para freelancer sedang didorong.
Termasuk, melalui kerja sama lintas lembaga dan pemanfaatan teknologi digital. ’’Harapannya, ke depan data ini bisa tersedia dan menjadi dasar dalam perlindungan maupun pengembangan ekosistem kerja yang lebih adil bagi semua,” pungkasnya. (ewi/bgs)