Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Nilai Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Induk Cepu Capai Rp 3,2 M

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 7 Februari 2025 | 21:02 WIB
PEMADAMAN: Petugas damkar beserta polisi berjibaku memadamkan kebakaran kios Pasar Induk Cepu, Minggu pagi lalu (26/1). (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
PEMADAMAN: Petugas damkar beserta polisi berjibaku memadamkan kebakaran kios Pasar Induk Cepu, Minggu pagi lalu (26/1). (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

BLORA, Radar Bojonegoro - Meski kerugian yang ditaksir dari kebakaran Pasar Induk Cepu capai miliaran rupiah. Jumlahnya tidak sebanyak kebakaran Pasar Ngawen. Sebab, banyak kios pasar induk yang terbakar sudah non aktif.

Pemkab belum bisa memastikan akan ada upaya pembangunan dalam waktu dekat. Upayakan cari anggaran. Kepala Bidang (Kabid) Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora Margo Yuwono mengungkapkan, setelah melakukan penghitungan nilai aset bangunan Pasar Induk Cepu yang terbakar sebanyak Rp 168 juta.

Berupa aset bangunan gedung lama Blok D, dengan luas bangunan 360 meter persegi dan mampu menampung 80 pedagang. ’’Sudah lama dibangun tahun 1988, kerugian aset sebanyak 168 juta,” ungkapnya.

Margo menyampaikan, dari 80 kios terdapat 11 pedagang yang terdampak atas insiden kebakaran. Dikarenakan, mayoritas kios tersebut tidak lagi berfungsi atau non aktif. ’’Total kerugian para pedagang mencapai Rp 3,1 miliar (3.113.000.000),” jelas Margo.

Ia melanjutkan, sehingga total kerugian 11 pedagang dan Pemkab Blora atas insiden kebakaran Pasar Induk Cepu mencapai Rp 3,2 Miliar atau Rp 3.281.000.000. Jika dibandingkan dengan kebakaran Pasar Ngawen, jumlahnya lebih kecil. Sebab, Pasar Ngawen yang terbakar ditempati pedagang aktif berjualan. Total kerugiannya mencapai 30,69 miliar.'

Di sisi lain, Margo mengungkapkan, pihak Dindagkop UKM bersama Pengelola Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora melakukan pembersihan aset yang telah terbakar habis atas insiden tersebut.

Hal itu menyusul adanya pelimpahan dari petugas laboratorium forensik Polda Jateng, dalam melakukan penyelidikan di Pasar Induk Cepu. ’’Karena memang sudah tidak ada nilai asetnya di sana, karena sudah terbakar habis. Sehingga, saat ini masih dilakukan pembersihan oleh teman-teman dari pengelola pasar,” kata Margo.

Ditambahkan, hingga saat ini belum ada wacana pembangunan gedung baru. Pihaknya lebih berfokus pada penanganan pascakebakaran. ’’Kami akan cari upaya yang lain, apakah dimungkinkan pembangunan untuk los tersebut dengan menggunakan anggaran-anggaran yang lain,” tutupnya. (luk/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pasar #Kebakaran #bppkad blora #cepu #Pasar Induk Cepu #kerugian #pembangunan #gedung #kios #BPPKAD #Margo Yuwono #Pasar Ngawen #blora #Dindagkop UKM Blora #dindagkop ukm