BLORA, Radar Bojonegoro - Produksi padi di Blora diprediksi meningkat dari tahun lalu. Data dihimpun hingga Oktober lalu sudah mencapai 513.964,14 ton. Beberapa upaya juga telah dilakukan dengan menggandeng mitra untuk menggeliatkan sektor pertanian di daerah.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora Rosalia Dyah Erawati memaparkan, pihaknya baru mendapatkan rekapitulasi data produksi padi hingga akhir Oktober lalu.
Pihaknya optimistis hingga akhir Desember ini bisa melampaui produksi 2023 yakni 627.715 ton. ’’Prediksi begitu, tapi kami menunggu hasil laporan riilnya,” katanya. Pihaknya mengungkapkan, upaya untuk meningkatkan produksi tanaman padi juga dilakukan dengan berbagai upaya, yakni membangun saluran irigasi pertanian di beberapa wilayah. ’’Tahun ini dapat bantuan juga dari pemerintah pusat untuk sektor irigasi,” jelasnya.
Kepala DP4 Blora Ngaliman mengatakan, pihaknya juga bekerja sama dengan PT Wilmar Padi Indonesia untuk menggenjot produksi padi di Blora, sudah dimulai akhir 2023 lalu hingga sekarang.
Menurutnya, melalui skema farmer engagement program (FEP), hasil panen cukup meningkat. ’’Mereka turut mendampingi petani, dan menyerap hasil pertanian,” terang dia.
Sebelumnya, Bupati Arief Rohman mengungkapkan, sektor pertanian adalah tulang punggung perekonomian masyarakat Blora. Padi dan jagung menjadi komoditas andalan yang tidak hanya mendukung kebutuhan pangan lokal, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional.
’’Kabupaten Blora termasuk dalam lima kabupaten dengan luas panen tertinggi se-Jawa Tengah. Yakni, dengan luas panen 103.735 hektare dan produksi sebanyak 627.715 ton pada tahun 2023," terangnya. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana