BLORA, Radar Bojonegoro - Terpantau, ratusan warga Blora rela antre hingga mengular demi sembako murah di Blok T turut Kecamatan Blora Kota, Rabu (6/3). Adanya sembako murah itu merupakan kegiatan gerakan pangan murah atau operasi pasar murah yang digelar Badan Pangan Nasional (Bapanas), Badan Urusan Logistik (Bulog), dan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora.
Tingginya animo masyarakat tentu akibat harga kebutuhan pokok, khususnya beras masih belum turun. Terlebih, sebentar lagi memasuki bulan Ramadan. Kepala DP4 Blora Ngaliman mengatakan, operasi pasar murah untuk mengendalikan inflasi daerah.
Dan, membantu masyarakat Blora memenuhi kebutuhan pangan menyambut bulan puasa dengan harga murah. ’’Untuk itu, kami telah siapkan 10 ton beras, 1.164 liter minyak goreng, dan gula 15 ton. Ini semata-mata membantu masyarakat dan menekan inflasi. Apalagi kan menjelang Ramadan,” jelasnya.
Ia akui, harga beras di pasaran masih belum stabil. Namun, menunjukkan tren menurun. ’’Di pasaran, saya lihat sudah ada yang menyentuh Rp 14.000 per kilogram. Trennya turun. Tapi, di pasar murah ini lebih terjangkau. Yakni, Rp 10.900 per kilogram. Jadi, per zaknya isi lima kilogram seharga Rp 54.500,” ucapnya.
Setiap orang, lanjut dia, berhak mendapatkan maksimal lima zak beras. Menurutnya, regulasi itu ditujukan agar semua masyarakat kebagian. ’’Lihat antreannya seperti ular begitu, kami batasi maksimal lima zak beras per orang. Kalau habis, kami upayakan ambil lagi stoknya,” terangnya. Pihaknya pun berencana bakal menyelenggarakan agenda operasi pasar murah lagi menjelang lebaran nanti.
Sementara itu, salah satu warga asal kelurahan Beran yang ikut antre panjang itu, Endang Suryani mengatakan, dirinya rela panas-panasan demi beras murah.
‘’Demi sembako murah. Lumayan, buat puasa nanti. Keperluan keluarga kan jadi tercukupi. Lebih hemat lah. Tapi, ya begitu, antrenya panjang banget,” ungkapnya. Menurutnya, harga beras di pasaran masih menyentuh harga Rp 15.000 per kilogram. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana