BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Harga telur di Bojonegoro tergolong fluktuatif. Sekitar minggu lalu harga sempat turun di angka Rp 22.500 per kilogram. Lalu, kini kembali naik menjadi Rp 27.000 per kilogram kemarin (4/9). Salah satu penyebabnya mulai ramai hajatan.
Selain itu, ketersediaan stok telur Bojonegoro mengandalkan pasokan dari Blitar atau Kediri. Pipit, penjual telur di Pasar Kota Bojonegoro mengatakan, harga telur mulai mengalami kenaikan menjadi Rp 27.000 per kilogram.
Kenaikan harga telur, lanjut dia, berlangsung secara bertahap. Mulai dari harga Rp 23.000 menjadi Rp 24.000, naik lagi Rp 25.000. Hingga sekarang Rp 27.000 per kilogram. ‘’Selama lima hari berturut-turut ini mengalami kenaikan,” ujarnya.
Terpisah, Pengelola Peternakan Ayam Petelur Pemuda Sejahtera Membangun Desa Dedik Dian Winandra mengatakan, harga telur ayam naik menjadi Rp 26.500 per kilogram. Sedangkan, untuk harga per ikat Rp 24.500.
‘’Kenaikan diduga karena banyaknya kebutuhan. Mengingat saat ini banyak orang melangsungkan berbagai acara syukuran. Termasuk, pernikahan,” ujar pria asal Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem itu.
Dia mengatakan, harga telur sempat anjlok sekitar pertengahan Agustus lalu. Dari harga tertinggi mencapai sekitar Rp 30.000 sempat anjlok menjadi Rp 22.500 per kilogram. Bahkan, harga pada Kamis lalu (31/8) masih di angka Rp 22.500 per kilogram.
Saat itu, kalau dilihat dari sisi bisnis tentu rugi. Mengingat harga pakan juga tidak turun. ‘’Alhamdulillah, saat ini sudah naik lagi harganya,” pungkasnya. (ewi/bgs)
Editor : M. Yusuf Purwanto