RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sejarah Nahdlatul Ulama (NU) di Blora ternyata menyimpan jejak panjang yang selama ini belum banyak terungkap. Arsip muktamar, kitab kuno hingga foto-foto lawas membuktikan para kiai asal Blora sudah ambil bagian dalam perjalanan organisasi sejak masa-masa awal berdirinya NU.
Dokumen-dokumen bersejarah itu dipamerkan dalam Pameran Historiografi NU Blora di Gedung Serbaguna PCNU Blora, Sabtu (4/7). Pameran tersebut menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Kitab yang digelar PCNU Blora dan dihadiri Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh serta Bupati Blora Arief Rohman.
Baca Juga: Optimistis Bulan Ini Capai 50 Persen, Dinrumkimhub Blora Kejar Target Retribusi Parkir
Berbagai koleksi ditata kronologis. Mulai kitab-kitab kuno dalam lemari kaca, arsip Muktamar NU era 1920-an hingga deretan foto para ulama Blora yang menjadi saksi perjalanan organisasi. KH Ubaidillah bahkan beberapa kali berhenti untuk mengamati sekaligus memotret sejumlah arsip yang dipajang.
Ketua Lesbumi PCNU Blora Dalhar Muhammadun mengatakan, salah satu temuan penting dalam pameran tersebut adalah kitab-kitab kuno yang ditemukan di sejumlah desa di Kabupaten Blora. Temuan itu menjadi bukti keberadaan kampung-kampung santri jauh sebelum NU resmi berdiri.
Baca Juga: Semua Kecamatan di Blora Rata Digilir Padam
“Ini menjadi bukti keberadaan kampung-kampung santri tua di Blora sebelum berdirinya NU,” ujarnya.
Tak hanya itu, tim peneliti juga berhasil menemukan arsip Muktamar NU Semarang 1929 dan Pekalongan 1930 yang memuat daftar kehadiran sejumlah kiai asal Blora.
“Di sana ada nama-nama kiai dari Blora. Itu membuktikan bahwa sejak awal kiai-kiai Blora sudah terlibat di Nahdlatul Ulama,” katanya. (hul/zim)
Editor : Hakam Alghivari