Protes Kejelasan Upah, Karyawan KDKMP di Bojonegoro Mogok Kerja

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bukan hanya satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang tutup saat liburan sekolah.
Koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP) yang digadang-gadang sebagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa, justru memicu polemik di tengah masyarakat.
Selain minimnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan, dan transparansi anggaran. Mayoritas gerai KDKMP yang sebelumnya sudah beroperasi, sejak Jumat (3/6) lalu memilih tutup.
Alasannya, tidak ada standar operasional yang jelas. Bahkan, besaran upah juga tidak jelas. Besaran upah dari PT Agrinas Pangan Nusantara dinilai jauh dari harapan. Yang awalnya bakal digaji Rp 1,4 juta, praktiknya hanya digaji Rp 76 ribu.
Kepala Desa (Kades) Campurejo, Kecamatan Kota Edi Sampurno mengaku, menerima keluhan dari pengelola KDKMP setempat.
"Kami mendapat aduan dari pengelola di desa kami bahwa mulai hari ini (Jumat, red) KDKMP Campurejo ditutup," ujar Edi, Jumat siang.
Menurut Edi, berdasar laporan diterimanya, para pengelola mengaku memperoleh upah jauh di bawah harapan sejak gerai mulai beroperasi. "Gaji dari PT Agrinas yang jauh dari harapan," katanya.
Ia menyebut, nominal gaji yang diterima para pengelola bervariasi, mulai dari sekitar Rp 76 ribu hingga Rp 1,4 juta. Kondisi tersebut membuat para pengelola kecewa dan akhirnya memutuskan menghentikan operasional gerai.
Selain persoalan upah, Edi mengatakan, para pengelola mengaku tidak pernah menerima surat perjanjian kerja maupun penjelasan mengenai besaran gaji yang akan diterima sebelum mulai bekerja.
"Menurut keterangan pengelola, saat mulai bekerja tidak ada surat perjanjian maupun pemberitahuan mengenai besaran gaji yang akan mereka peroleh," ungkapnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



