Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Serapan APBD Bojonegoro Baru 25,7 Persen, Targetnya Silpa 10 Persen

Y
PUSAT PEMERINTAHAN: Gedung Pemkab Bojonegoro sebagai kantor pusat kebijakan pemerintahan setempat, selama tiga bulan serapan APBD sekitar 11 persen. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
PUSAT PEMERINTAHAN: Gedung Pemkab Bojonegoro sebagai kantor pusat kebijakan pemerintahan setempat, selama tiga bulan serapan APBD sekitar 11 persen. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tahun anggaran 2026 sudah berjalan satu semester per 30 Juni. Namun, serapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sekitar 25,7 persen. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) optimistis mencapai realiasi 90 persen hingga akhir tahun mendatang.

Berdasar data badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD), serapan APBD di angka Rp 1,6 triliun atau 25,7 persen dari anggaran Rp 6,3 triliun.

Advertisement

Di antaranya untuk belanja operasional  Rp 1,3 triliun atau 34,1 persen dari pagu Rp 3,8 triliun. Di dalamnya ada realiasi belanja pegawai Rp 905,7 miliar atau 42,2 persen dari pagu Rp 2,1 triliun dan belanja barang dan jasa Rp 362,2 miliar atau 25,8 persen dari anggaran Rp 1,3 triliun.

Kemudian, belanja hibah realiasi Rp 30 miliar atau 12,7 persen dari Rp 236 miliar; belanja bantuan sosial Rp 26,5 miliar atau 26,2 persen dari pagu Rp 100,9 miliar; dan belum ada realiasi di belanja subsidi dengan anggaran Rp 1,4 miliar.

Advertisement

Kepala Bidang (Kabid) Akuntansi BPKAD Bojonegoro Anie Susanti Hartoyo menyebut, realisasi tersebut tidak beda jauh dari periode yang sama tahun lalu.

Yakni, di 30 Juni 2025 serapan APBD di angka 24 persen atau Rp 1,8 triliun dari pagu anggaran Rp 7,8 triliun. "Tidak beda jauh, banyak sekarang karena uangnya lebih sedikit," kata Anie.

Sementara itu, , di sisi pendapatan sudah terealisasi 45 persen atau Rp 1,9 triliun dari target dipasang Rp 4,3 triliun.

Serapan hingga akhir tahun, Anie  optimisitis 90 persen. "Optimistis 90 persen. Optimistis silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran) tinggal 10 persen. Pekerjaaan fisik semua tuntas," klaim dia. (yna/msu)

Advertisement
Editor : Bhagas Dani Purwoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

KPPN Sorot Anggaran Mengendap

KPPN Sorot Anggaran Mengendap

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro menilai tingginya sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) tidak sekadar menunjukan adanya sisa anggaran di kas daerah. 

Desak Bupati Evaluasi Kinerja Kepala OPD, Terkait Langganan Silpa APBD sejak 2020

Desak Bupati Evaluasi Kinerja Kepala OPD, Terkait Langganan Silpa APBD sejak 2020

Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) tak hanya menyoroti tingginya sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) anggaran pendapatan dna belanja daerah (APBD) di 2025. 

APBD 2025 Bojonegoro: Belanja Subsidi Terealisasi 17 Persen

APBD 2025 Bojonegoro: Belanja Subsidi Terealisasi 17 Persen

Berdasarkan Laporan Realisasi APBD 2025, total belanja daerah terealisasi sebesar Rp 6,4 triliun atau 81,5 persen dari pagu anggaran Rp 7,8 triliun. Dengan capaian tersebut,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer