Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dalduk KB Blora: Rerata Laju Pertumbuhan Penduduk Kkota Sate 0,25 Persen Per Tahun, Termasuk Kategori Normal

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 4 April 2025 | 21:00 WIB
PERKOTAAN: Perempatan Jalan Tugu Pancasila Blora tampak basah usai diguyur hujan yang cukup deras. Tampak pengendara motor dan mobil ramai melintas. (M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)
PERKOTAAN: Perempatan Jalan Tugu Pancasila Blora tampak basah usai diguyur hujan yang cukup deras. Tampak pengendara motor dan mobil ramai melintas. (M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Laju pertumbuhan penduduk Blora selama empat tahun terakhir sekitar 2,68 persen. Rerata setiap tahunnya laju pertumbuhan sebesar 0,25 persen. Angka tersebut diklaim menunjukkan kondisi populasi masyarakat kategori normal.

Program Keluarga Berencana (KB) yang dilakukan cukup efektif untuk mengontrol populasi penduduk. Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (Dalduk KB) Blora Anton Yuwono menjelaskan, persentase laju pertumbuhan penduduk dalam kondisi normal.

Indikatornya, setiap tahun pertumbuhannya di bawah 1,0 persen. Pada 2021 tercatat 0,27 persen, 2022 tercatat 0,25 persen dan 2023 tercatat 0,76 persen. ’’Laju pertumbuhan penduduk sudah di bawah 1,00 persen. Artinya, bisa dikatakan normal,” ungkapnya.

Anton menegaskan, sementara pada Sensus Penduduk 2020 lalu, terdapat 884.330 jiwa, sedangkan pada 2024 pihaknya mengaku belum menerima laporan. Data yang masuk pada tahun 2023 lalu sebanyak 901.621 jiwa atau dalam tiga tahun terakhir bertambah 17.295 jiwa.

’’Angka yang 2023 ini istilahnya proyeksi, kalau sensus penduduk hanya bisa dilakukan oleh pemerintah pusat, mengetahui kondisi jumlah riil penduduk,” katanya. Sementara, data BPS pada 2024 lalu, jumlah penduduk sudah mencapai 907.993.

Jika disandingkan dengan data yang dimiliki Dalduk KB, maka jumlah laju pertumbuhan penduduk selama setahun lalu sebanyak 6.368 jiwa. Ia mengungkapkan, kondisi tersebut tidak terlepas dari intervensi sosialisasi masyarakat untuk ber-KB.

Dari data jumlah rerata anak yang dilahirkan oleh perempuan pada masa reproduksinya setiap tahunnya juga cukup baik. Sesuai dengan yang diharapkan program KB yakni 2,0 poin. ’’Rerata perempuan subur jumlah anaknya dua anak,” jelasnya.

Pihaknya berharap, angka tersebut tetap bertahan, bahkan diharapkan bisa mencapai 2,1 poin. Penyesuain poin tersebut cukup penting karena turun di angka 1 poin, artinya pertumbuhan penduduk di daerah tergolong pertumbuhan minus.

’’Jika jumlah kelahiran rendah nanti dampaknya akan kekurangan usia produktif antara penduduk berusia 15 samapi 64 tahun. Berdampak pada bonus demografi,” jelasnya. Anton menegaskan, program KB dengan dua anak cukup tersebut berpengaruh kepada kesehatan pasangan dan keturunan.

Pemerintah juga ingin pertumbuhan penduduk seimbang antara jumlah kematian dan kelahiran seimbang. Menurutnya, beberapa hal yang bisa memengaruhi pertumbuhan penduduk negatif karena orang tua hanya ingin anak satu. Menurutnya, fenomena tersebut mulai merebak, kemungkinan karena faktor ekonomi.

’’Bahkan, mereka menikah tidak ingin anak karena ada sebgain yang menganggap menjadi beban, kami tidak ingin seperti di Korea Selatan dan Jepang,” katanya. (luk/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#KB #keluarga berencana #bonus demografi #pertumbuhan penduduk #sensus penduduk #blora #usia produktif #pengendalian penduduk