BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Perubahan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) PT KAI membuat jumlah kereta dan kota tujuan dari Bojonegoro kian bertambah. Bahkan, mulai hari ini (1/2), terdapat 16 kali perjalanan kereta api (KA) jarak jauh. Termasuk KA relasi baru yakni Sancaka Utara dan Harina.
Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif menyampaikan, bahwa saat ini totalnya terdapat 16 KA jarak jauh yang berhenti di Stasiun Bojonegoro. Dan, dua di antaranya baru dijalankan per 1 Februari (hari ini). ’’Pada Gapeka 2025 ini KAI Daop 8 Surabaya menghadirkan KA baru, tujuan Bandung, Yogyakarta, dan Cilacap,” terangnya.
Sementara itu, seluruh KA tersebut di antaranya, sembilan KA jarak jauh dengan tujuan Jakarta, dan dua KA tujuan Bandung. Kemudian, dua KA tujuan Jember dan Banyuwangi, serta satu KA Sancaka Utara dengan tujuan Cilacap lewat Solo, Jogjakarta, dan berakhir di Cilacap.
’’Masyarakat bisa melihat jadwal perjalanan KA serta ketersedian tempat duduk KA tersebut di aplikasi,” imbuhnya. Luqman menambahkan, bahwa berdasar data perjalanan kereta selama 2024 lalu, rerata pelanggan KA dari Stasiun Bojonegoro pada hari kerja (weekday) terdapat 660 pelanggan.
Sedangkan, pada akhir pekan (weekend) 870 pelanggan. ’’Para pelanggan ini didominasi dengan tujuan Jakarta, Bandung, Semarang, maupun Jember dan Banyuwangi,” bebernya.
Diketahui, selain adanya penambahan KA yang berhenti di Stasiun Bojonegoro. Terdapat, KA yang tidak lagi berhenti. Yakni, KA Argo Bromo Anggrek, bakal langsung melaju dari Stasiun Surabaya Pasar Turi (SBI) ke Stasiun Semarang Tawang (SMT).
Adapun harga tiket KA Sancaka Utara relasi Bojonegoro-Yogyakarta, kelas ekonomi Rp 180 ribu dan Rp 265 ribu untuk kelas eksekutif. Sedangkan, KA Harina relasi Bojonegoro-Bandung, kelas ekonomi Rp 340 ribu dan Rp 580 ribu untuk kelas eksekutif. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana