BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pembangunan fisik Bendungan Karangnongko belum menyentuh Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo. Sebaliknya, tahapan masih di proses pengadaan lahan. Hari ini (24/10) diagendakan pencairan ganti untung 111 bidang warga.
‘’Kamis (hari ini, red) pencairan ganti untung,” Kepala Desa (Kades) Kalangan, Kecamatan Margomulyo Kasmani, Selasa (22/10) malam.
Dia menjelaskan, dari 132 bidang telah ditaksir nominal ganti untung, baru 111 bidang akan diganti untung. Jadi, tersisa 21 bidang. Rinciannya 18 bidang tanah kas desa (TKD) yang baru bisa diproses setelah pelepasan dari gubernur, satu bidang wakaf masjid, dan dua bidang lainnya milik warga yang masih belum setuju lantaran dinilai nominal ganti untung kurang tinggi.
‘’Dua bidang milik warga masih belum mau. Karena katanya kurang mahal. Satu warga itu sebenarnya penerima ganti untung tertinggi saat ini, yakni Rp 2,3 miliar,” jelasnya.
Dia melanjutkan, karena nominal tertinggi belum sepakat maka paling besar menjadi Rp 1,8 miliar. Sedangkan, terendah Rp 10,5 juta. Kasmani berharap, proses ganti untung segera selesai dan warga menerima hak.
Sementara itu, terang dia, pembangunan fisik belum menyentuh desa dipimpinnya, masih proses di pengadaan lahan. ‘’Seperti saya sampaikan adanya PSN (proyek strategis nasional) ini juga harus dibarengi proyek daerah. Akhirnya kemarin ada pembangunan jalan sekitar 3 Kilometer,” imbuh dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana