Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Selamat Tinggal Kasuari dan Rusa Tirtonadi

Hakam Alghivari • Jumat, 1 Maret 2024 | 19:30 WIB
TIDAK TERAWAT: Kondisi dua Rusa di Taman Tirtonadi tidak terawat. BKSDA Blora bakal tarik satwa langka tersebut. (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BLORA)
TIDAK TERAWAT: Kondisi dua Rusa di Taman Tirtonadi tidak terawat. BKSDA Blora bakal tarik satwa langka tersebut. (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BLORA)

BLORA, Radar Bojonegoro - Satwa langka yang berada di Taman Tirtonadi Blora bakal ditarik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Blora. Sebab, kondisinya tidak terurus dan memprihatinkan. Terlebih, penangkaran di Tirtonadi tampak mangkrak bercampur sampah pengunjung.

Setidaknya, tersisa tiga satwa langka. Yakni, dua Rusa dan satu burung Kasuari. Padahal sebelumnya, di kawasan itu juga terdapat beraneka jenis burung. Tapi, saat ini, tempat-tempat burung itu terlihat mangkrak.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinporabudpar Blora Yeti Romdonah mengatakan, sebenarnya tiga satwa tersebut milik mantan Bupati Blora terdahulu. Hanya, saat itu, memang diberikan dan dibuatkan penangkaran oleh salah satu pihak untuk mengisi Tirtonadi.

’’Iya, itu punya pak Kokok (Djoko Nugroho). Jadi bukan aset pemkab. Nah, sekarang mau ditarik BKSDA. Kami tidak bisa menolak, karena kami tidak punya hak di situ,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, pihak BKSDA telah menyurati pihaknya terkait penarikan itu. Menurutnya, langkah tersebut sudah tepat. Sebab, BKSDA lebih paham dalam merawat satwa langka. ’’Satwa langka itu kan punya penanganan sendiri. Ada SOP-nya (standard operational procedure). Penangkarannya seperti apa, makanannya bagaimana. Itu sudah ada aturannya. Jadi, lebih baik seperti itu,” tuturnya.

Terkait perawatan selama ini, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Hanya, pihaknya masih bisa memberikan sedikit perawatan agar para satwa itu tetap hidup. ’’Jujur anggaran kami untuk perawatan itu tidak ada. Tapi, tetap kami coba sisipkan selama ini. Di situ harusnya ada pawangnya untuk menjaga dan merawat. Seperti di Goa Terawang. Tapi, memang ini bukan milik pemkab,” jelasnya. (hul/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#tirtonadi #satwa #penangkaran #taman #bksda #langka #blora