Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bansos Penanganan Kemiskinan Tembus Rp 43 Miliar

Hakam Alghivari • Kamis, 22 Februari 2024 | 21:00 WIB
TEMPAT SALUR: Penyaluran bansos kemiskinan dilakukan melalui Bank Jatim. Tampak pengendara melewati Bank Jatim Bojonegoro turut Kelurahan Ledok Wetan, Kecamatan Bojonegoro Kota.
TEMPAT SALUR: Penyaluran bansos kemiskinan dilakukan melalui Bank Jatim. Tampak pengendara melewati Bank Jatim Bojonegoro turut Kelurahan Ledok Wetan, Kecamatan Bojonegoro Kota.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Tergolong program baru, bantuan sosial (bansos) penanganan kemiskinan menelan anggaran Rp 43 miliar. Menyasar sebanyak 47.855 keluarga penerima manfaat (KPM). Menunjukkan warga miskin masih tinggi. Baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

Penyalurannya diklaim tepat sasaran. Harapannya, membantu meringankan beban ekonomi warga. Di antaranya untuk membeli kebutuhan pokok yang melonjak naik saat ini. ’’Bansos ini kelanjutan dari 2023,” jelas Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto kemarin (21/2).

Dia melanjutkan, bansos ditujukan bagi penduduk miskin berdasar data masyarakat kemiskinan daerah (damisda). Diterimakan dalam bentuk uang sebesar Rp 300 ribu per bulan selama tiga bulan. Sehingga, tiap KPM menerima uang total Rp 900 ribu.

Jadi, anggarannya mencapai Rp 43 miliar. ’’Diberikan tiga bulan. Untuk Januari dan Februari diterimakan sekaligus sedangkan, Maret nanti disalurkan sendiri,” tambahnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial dan Pembangunan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Murty Asih Fatima mengatakan, telah dilakukan luanching bansos kemiskinan pada Jumat lalu (16/2).

Namun, bantuannya ada sejak tahun lalu. Meliputi bansos penanganan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Pada 2023 disalurkan untuk 9.400 KPM. Penyalurannya hanya dua bulan. Besarannya Rp 300 ribu per KPM/bulan.

’’Akhir 2023 ada (bansos penanganan kemiskinan dan kemiskinan ektrem). Disalurkan dua bulan jadi satu, setiap KPM menerima Rp 600 ribu,’’ jelasnya.

Kepala Desa (Kades) Balongrejo, Kecamatan Sugihwaras Suyatno mengungkapkan, warga desa setempat memperoleh alokasi bansos penanganan kemiskinan ekstrem. Yakni, sebanyak 110 KPM.

Disalurkan dua bulan bagi setiap KPM menerima Rp 600 ribu melalui Bank Jatim. Dia menjelaskan, data penerima bansos telah melalui musyawarah dan verifikasi serta validasi di tingkat desa. Kriterianya antara lain pendapatan hingga menjadi tulang punggung keluarga atau tidak.

Menurutnya, bansos harus diterimakan sesuai kondisi warga. Tujuannya, sebagai penunjang agar tidak semakin menjadi masyarakat miskin esktrem.

’’Karena ada RTM (rumah tangga miskin) dan RTSM (rumah tangga sangat miskin). Harapannya, jumlah RTSM tidak bertambah. Dan, untuk bansos ini diterimakan berapa bulan dalam setahun, kami belum tahu pastinya bagaimana,” bebernya.

Kades Wotan, Kecamatan Sumberrejo Anam Warsito menambahkan, warga desanya juga mendapat alokasi bansos penanganan kemiskinan. Di antaranya 50 KPM. Dia mengklaim, penerimaan tepat sasaran dengan harapan bisa meringankan beban ekonomi masyarakat kondisi miskin. Terlebih, ketika harga bahan pokok melonjak naik seperti saat ini. Baik beras maupun jagung. ’’Alhamdulillah, 50 KPM sesuai dengan kondisi di lapangan,’’ katanya.

Kades Wedi, Kecamatan Kapas Heru Purnomo menyampaikan, bahwa mendapat alokasi bansos penanganan kemiskinan ekstrem. Setidaknya, ada 41 KPM. Penyalurannya dua bulan. Namun, ada tiga KPM belum mencairkan. Sebab, menunggu jadwal dari Bank Jatim. (yna/bgs)

 

Editor : Hakam Alghivari
#kemiskinan #warga #kpm #bojonegoro #Bansos #penanganan