BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Kecamatan Padangan menjadi salah satu wilayah tonggak peradaban. Terutama peradaban Islam yang berkembang di Bojonegoro.
Di kecamatan paling barat Bojonegoro tersebut terdapat makam tokoh penyebar agama Islam. Tepatnya Menak Anggrung, makam dari Mbah Sabil dan Mbah Hasyim.
Makam di Desa Kunci, Kecamatan Padangan tersebut tahun lalu mendapat rehabilitasi dari Pemkab Bojonegoro. Tentu untuk memperbaiki dan menambah kenyamanan peziarah dari dalam dan luar kota. Sehingga bisa mengembangkan potensi wisata religi di wilayah Padangan
Furqon Azmi, keturunan ke 11 Mbah Sabil mengatakan, dengan rehabilitasi makam seperti saat ini akan semakin membuat nyaman peziarah. Terlebih beberapa bagian bangunan yang rusak sudah diperbaiki. Juga pintu masuk dibuat lebih besar.
Gus Ipong sapaannya menjelaskan, dengan kenyamanan peziarah, kunjungan juga semakin banyak. Sehingga lebih banyak yang mengetahui sejarah wilayah Bojonegoro Barat khususnya Padangan. Terutama tentang Peradaban di wilayah ini dan perkembangan Agama Islam.
‘’Semoga Mbah Sabil juga semakin dikenal,’’ ungkapnya.
Sementara itu, khusus untuk masyarakat padangan yang hampir sebagian besar zuriyah Mbah Sabil akan semakin faham siapa kakek moyang mereka. Harapannya ikut mengikuti perilaku dan tauladan ditinggalkan para auliya Padangan. Khususnya Mbah Sabil.
‘’Tetap mengawal ajaran para salafus sholih yang telah ditanamkan kakek moyangnya,’’ jelasnya.
Gus Ipong menambahkan dengan kondisi Makam Menak Anggrung yang semakin baik, berbagai kegiatan bisa terus digalakkan. Baik kegiatan keagamaan maupun berkaitan sejarah peradaban Islam di Padangan maupun Bojonegoro. (*/irv)
Editor : Hakam Alghivari