BLORA, Radar Bojonegoro - Pemkab Blora mendapatkan kucuran anggaran pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) untuk pembangunan irigasi. Nilainya cukup besar, sekitar Rp 9 miliar. Dana itu akan digunakan untuk membangun irigasi di tujuh lokasi.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Surat mengatakan, pembangunan jaringan irigasi bagi petani terus diupayakan. Selain dari anggaran daerah, juga dapat bantuan dari pusat senilai Rp 9 miliar.
"Masih banyak yang butuh pembangunan irigasi, alhamdulillah tahun ini dapat DAK dari pusat," terangnya.
Surat menjelaskan, jumlah bantuan tersebut terbagi di tujuh titik. Saat ini proses lelang secara elektronik di laman LPSE. Diperkirakan akhir Januari rampung. Kemudian penandatanganan kontrak dengan rekanan. Sedangkan rehabilitasi saluran irigasi dari APBD hanya di dua titik.
"Tahun ini yang dari APBD masih tetap dianggarkan, ada dua titik rehabilitasi irigasi. Kami juga siapkan untuk operasional dan lainnya," katanya.
Pihaknya mengakui, kebutuhan jaringan irigasi terus disinergikan dengan berbagai pihak. Tahun lalu sebanyak 97 desa dan kelurahan mendapat program percepatan peningkatan penggunaan air irigasi (P3-TGAI). Anggaran program itu bersumber dari APBN melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan BBWS Pemali Juwana.
Dia menambahkan, total anggaran P3-TGAI Kabupaten Blora 2023 kurang lebih Rp18,9 miliar dari dana APBN. Alokasi anggaran difokuskan untuk pembangunan, peningkatan, rehabilitasi jaringan irigasi desa yang pelaksanaannya dengan tipe swakelola padat karya.
"Dilakukan oleh masyarakat setempat. Itulah mengapa dinamakan pembangunan irigasi desa,” jelasnya. (luk/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana