BLORA, Radar Bojonegoro - Musim kemarau panjang tahun ini tak hanya menimbulkan kekeringan. Tapi di sisi lain juga mampu berikan banyak berkah bagi para pencari kayu bakar. Hal itu dilakukan oleh Karyono warga Dukuh Sambiroto, Desa Singget, Kecamatan Jati.
Dia berhasil mengumpulkan ratusan kubik kayu bakar kering siap dijual dari hasil sisa tebangan kayu jati di hutan sekitaran rumahnya. Karyono telah memulai memungut limbah kayu jati sejak puluhan tahun lalu, tepatnya pada 2000 silam.
Berkat keuletan dan ketekunannya, kini telah membawa hasil. Banyak dari perajin genting dari kabupaten lain seperti Grobogan dan Purwodadi mencari kayu bakar untuk membakar gerabah dari tanah liat tersebut.
’’Saya memulai memungut kayu bakar, tepatnya pasca huru hara 1999 silam. Saat itu, hutan jati banyak dijarah,” ucap Karyono.
Konsistensi membawa dirinya tetap mampu berdikari menghidupi dirinya dan keluarga melalui kayu bakar. ’’Sampai sekarang untuk penjualan saya tidak ada kendala, sudah punya pelanggan tetap,” jelasnya.
Ia tak sendiri saat turun ke hutan mencari kayu bakar. Melainkan dibantu sepuluh anak buahnya. Ia juga mengatakan, dalam sehari bisa mencapai dua rit atau 20 kubik kayu bakar. Ia biasa menjual seharga Rp 120 ribu per kubik. ’’Ini sengaja saya timbun, guna menyongsong musim hujan. Agar nanti sudah punya stok melimpah,” katanya. (hul/bgs)
Editor : Hakam Alghivari