BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Berbicara di depan milenial NU Bojonegoro, Mas Teguh sampaikan topik tentang anak muda saat ini. Problem yang dihadapi milenial saat ini cukup kompleks, dari masalah miras, narkoba pengaruh gadget dan pengangguran.
Masalah pengangguran ini menjadi terus bertambah tiap tahun, juga menjadi persoalan anak muda. Padahal ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) sangat cukup, namun lapangan kerja masih kurang.
Masalah pengangguran ini menjadi perbincangan yang menarik antara Mas Teguh dengan milenial NU Bojonegoro. Mas Teguh yang asli dari Bojonegoro ini merasa prihatin dengan kondisi saat ini. Kondisi ini harus menjadi perhatian kita semua, tidak hanya pemerintah.
"Kuncinya pemuda harus berani dan harus berfikir bisa dan yakin bisa. Karena kuncinya itu, dan jangan pernah mencari kesalahan orang lain. Anak muda adalah sumber inspirasi, ada banyak ide yang keluar dari anak muda. Untuk itu jaringan dan koneksinya harus baik antarsesama anak muda," ujar Mas Teguh.
Adanya gadget yang semakin canggih ada nilai positif dan negatifnya. Bila digunakan untuk hal positif, bisa menghasilkan lapangan kerja dan uang.
"Karena dengan HP kita bisa jualan online, kita bisa membuat konten, design dan lain lain, yang bisa menghasilkan uang," ujarnya.
Semua pihak harus mencari solusi agar anak muda memiliki kompetensi, kemampuan atau skill yang dibutuhkan saat terjun ke dunia kerja. Pemerintah bisa menyediakan fasilitas yang dibutuhkan anak muda.
"Memang pemerintah memegang peranan, tapi yang paling penting adalah pribadi masing masing. Mau apa dan mau di kemanakan Bojonegoro dengan APBD yang tinggi," ungkapnya.
Mas Teguh berpesan kepada milenial Bojonegoro agar menjadi berani menghadapi masalah apapun. Anak muda harus punya keyakinan untuk bisa, karena kondisi dunia saat ini akan selalu berubah, maka anak muda harus siap berubah dan bergerak.
"Lebih baik menyalakan ublik daripada mengumpat kegelapan," pungkasnya. (*Red)
Editor : Hakam Alghivari