Antuasime penonton memuncak ketika rangkaian HUT ke-2 GARPU dimulai. Masyarakat sekitar dan pedagang tampak memenuhi area lapangan hingga bahu jalan.
HUT ke-2 GARPU dirangkai meriah. Dari turnamen trail melibatkan anggota GARPU hingga petani. Serta, pertunjukan seni kebudayaan tari jaranan dan reog. ‘’Dilanjutkan, pengundian hadiah bagi peserta trail dan penonton,” jelas Sarif Usman ketua tim Relawan Sobat David dan Panitia Perayaan HUT ke-2 Garpu.
Perayaan GARPU inilah saatnya para petani diapresiasi. Salah satunya melalui turnamen trail melibatkan petani dengan motor bangkelan atau motor pengangkut hasil pertanian. Tanpa petani dan motor bangkel-nya hasil pertanian tidak dapat diangkut atau distribusikan.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GARPU Jawa Timur David Frebian Sandi menuturkan, GARPU dari rakyat untuk rakyat. Acara dirayakan agar rakyat merasakan euphoria ulang tahunnya. ‘’Sengaja merayakan di Desa/Kecamatan Bubulan karena analisis wilayahnya susah air dan ekonomi masyarakat butuh ditunjang,” tutur David pemuda milenial Caleg DPR RI dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) dapil 9 Kabupaten Bojonegoro dan Tuban.
Pebisnis muda bidang pertambangan batubara ini menyampaikan, jika masyarakat gelisah ingin mencari modal atau pelatihan usaha bisa melalui GARPU tanpa dipungut biaya alias gratis. Berbagai langkah pun dilakukan pebisnis muda 32 tahun ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat berkelanjutan.
Di antaranya membuat kajian bersama lulusan pertanian terbaik agar masyarakat bisa memproduksi pupuk mandiri. Tanpa mengandalkan subsidi dari pemerintah. Lantaran sosok milenial satu ini mendorong ekonomi masyarakat berjenjang dan berkelanjutan secara mandiri melalui GARPU.
‘’Bahkan, memberi modal usaha. Kami terus mendampingi dan memberi bimbingan sampai masyarakat bisa dan mampu. Kalau langsung dilepas sendiri nanti takutnya tidak jalan. Semoga ini bisa entaskan kemiskinan khususnya di wilayah perdesaan yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Agar menambah penghasilan tidak hanya empat bulan sekali,” tuturnya. (yna)
Editor : Hakam Alghivari