Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Potensi Sektor Peternakan Perlu Digenjot

Muhammad Suaeb • Kamis, 31 Agustus 2023 | 19:15 WIB
TERNAK: Para peternak ikuti Pameran Ternak di Desa Jono, Kecamatan Temayang pada Senin lalu (28/8). (Dewi Safitri/RDR.Bjn)
TERNAK: Para peternak ikuti Pameran Ternak di Desa Jono, Kecamatan Temayang pada Senin lalu (28/8). (Dewi Safitri/RDR.Bjn)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sekitar 60 persen Wilayah Bojonegoro merupakan perhutanan. Sehingga berpotensi sebagai daerah peternakan. Dengan kondisi geografis tersebut, para peternak memiliki tempat yang cukup untuk mencari pakan. Jadi perlu adanya dukungan dari sisi pemerintah hingga masyarakat guna menggenjot potensi sektor peternakan.

Karena bisa dibilang, potensi peternakan di Bojonegoro belum digarap dengan maksimal. Sebab, berternak belum dijadikan sebagai pekerjaan utama masyarakat hingga saat ini. Melainkan hanya sebagai pekerjaan sampingan.

Dosen Politeknik Pertanian dan Peternakan Mapena Tuban Awaludin Ridwan mengatakan, daerah Bojonegoro berpeluang bagi siapa saja untuk beternak sapi. Mengingat luas hutan mencapai 60 persen, sehingga pangan sapi melimpah.

Begitupun peluang pasar terbuka lebar. ‘’Mengingat 40 persen daging sapi di sini juga masih impor,” ujarnya. Ridwan menyayangkan adanya peluang tidak dikelola dengan baik. Seharusnya terdapat penanganan terkait ekosistem peternakan mulai hulu hingga hilir.

Meliputi, memperhatikan ketersediaan pakan, budidaya, hingga pemasaran. ‘’Selama ini hanya terfokus di budidaya saja. Sehingga belum maksimal,’’ tambahnya.

Dia mengatakan, perlu melibatkan sumber daya manusia (SDM) profesional untuk berkecimpung secara langsung dalam peternakan juga harus dilakukan. Dengan begitu, peternakan di Bojonegoro bisa maksimal.

‘’Beternak di Bojonegoro hanya digunakan sebagai pekerjaan sampingan. Sehingga belum ada pengelolaan secara profesional,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Catur Rahayu menyamapaikan, bahwa saat ini Bojonegoro berada di posisi tiga besar populasi sapi di Jawa Timur. Dengan jumlah total 274 ribu lebih ekor sapi.

‘’Tentu harapannya ke depan, Bojonegoro mampu menjadi kabupaten penyangga kebutuhan daging secara nasional,” tuturnya saat Pameran Ternak di Lapangan Desa Jono, Kecamatan Temayang pada Senin lalu (28/8).

Sementara itu, Maryanto, pendiri Kelompok Tani Ternak Kedung Gondang, Desa Jono, Kecamatan Temayang mengatakan, rerata berternak memang bukan satu-satunya pekerjaan para peternak. Selain berternak, masyarakat juga bertani.

Namun, ia mengakui berternak cukup menguntungkan. ‘’Bisa dibuat memenuhi kebutuhan ekonomi, termasuk biaya sekolah anak,” ujarnya. (ewi/bgs)

Editor : M. Yusuf Purwanto
#peternak #sdm #Sapi #peternakan #daging #disnakkan bojonegoro #hewan #Bertani