BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Berlatar belakang Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pernah menjadi Babinsa Kedaton, Suntiyono memaknai jabatannya sebagai pengabdian. Karena telah dipercaya masyarakat memimpin Desa Kedaton selama dua periode hingga 2026.
‘’Jabatan ini juga sebagai ladang amal,” tutur pria 60 tahun itu.
Menurutnya, selama hidup dan menjalankan tugas haruslah bisa berbaur sebaik mungkin dalam membangun komunikasi bersama masyarakat. Ibarat jika ditugaskan menelusuri perihal pasar dan perdagangan, tentu harus berani ambil peran sebagai pedagang.
Dengan demikian, mengetahui medan perang sesungguhnya. ‘’Dan saya tegaskan, jabatan kades bukan untuk mencari kekayaan melainkan pengabdian,” tuturnya. (yna/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto