Penyemayaman Api Abadi: Simbol Semangat Perjuangan yang Tak Pernah Padam

Farhan Reza Ardiansyah • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:14 WIB
Penyemayaman: Bupati Setyo Wahono menerima api abadi Khayangan Api dari Wabub Nurul Azizah Untuk di semayamkan di Pendapa Malawapati (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
Penyemayaman: Bupati Setyo Wahono menerima api abadi Khayangan Api dari Wabub Nurul Azizah Untuk di semayamkan di Pendapa Malawapati (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Api Abadi Kayangan Api menjadi simbol semangat perjuangan dan pengabdian yang tak pernah padam. Dalam rangka Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349, semangat tersebut dimaknai dengan pelaksanaan pengambilan dan kirab Api Abadi dari Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Sabtu (17/10). Menuju penyemayaman sementara di Kecamatan Kalitidu. Kemudian, dilanjutkan dengan penyemayaman sementara di Kecamatan Trucuk, Minggu (18/10). Sebelum akhirnya disemayamkan di Pendapa Malowopati, Senin (19/10). Dengan rangkaian doa bersama lintas agama. 

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, penyemayaman Api Abadi bukan sekadar kegiatan seremonial. Api tersebut menjadi pengingat untuk mengenang perjalanan sejarah, menghargai jasa para pendahulu, serta mengambil inspirasi dari nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan. 

PENYEMAYAMAN: prosesi kirab api abadi dari Bakorwil menuju ke Pendapa Malawapati (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
PENYEMAYAMAN: prosesi kirab api abadi dari Bakorwil menuju ke Pendapa Malawapati (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

“Api dari Kayangan Api ini merupakan simbol semangat, perjuangan, pengabdian, dan kecintaan kita kepada Kabupaten Bojonegoro yang tak boleh padam,” ujarnya saat prosesi penyemayaman di Pendapa Malowopati.

Menurut sosok nomor satu di Pemkab Bojonegoro tersebut, generasi penerus tidak cukup hanya menjaga warisan sejarah. Nilai perjuangan harus diwujudkan melalui kerja nyata, integritas, inovasi, dan gotong royong demi melanjutkan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Siapkan 349 Penari di Upacara HJB 2026, Pemberangkatan Bupati dan Forkopimda Diiringi Marching Band

“Sebagai generasi penerus, masyarakat tidak hanya memiliki tanggungjawab untuk menjaga warisan sejarah. Tapi, juga melanjutkan pembangunan melalui kerja nyata dan kolaborasi," lanjutnya. 

Setyo Wahono beserta jajaran forkopimda menerima obor di Pendopo Malowopati dari Kayangan Api. (FARHAN REZA/RADAR BOJONEGORO)
Setyo Wahono beserta jajaran forkopimda menerima obor di Pendopo Malowopati dari Kayangan Api. (FARHAN REZA/RADAR BOJONEGORO)

Prosesi penyemayaman diawali kirab dari Kecamatan Trucuk menuju Pendapa Malowopati. Api dibawa Camat Bojonegoro David Yudha Prasetya, lalu diserahkan kepada Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar. Selanjutnya, diserahkan Wakil Bupati Nurul Azizah, sebelum disemayamkan oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.

Kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Api Kayangan, Hastungkoro, serta doa bersama lintas agama yang melibatkan perwakilan enam agama sebagai simbol kerukunan dan ungkapan syukur atas perjalanan Kabupaten Bojonegoro.

Selain di pendapa kabupaten, tumpengan dan doa bersama juga digelar serentak di balai desa dan kelurahan se-Bojonegoro pada Senin (19/10) malam. (ewi)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
HJB  349 Api Abadi Kayangan Api hari jadi bojonegoro Setyo Wahono Pendapa Malowopati