Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Event Pemkab Bojonegoro Tak Lagi Terpusat Di Kota

Andhika Feriawan
Penulis: Andhika Feriawan❯
KARNAVAL : Siswa-siswi SMP Muhamamdiyah 9 Bojonegoro menggelar karnaval Jumat (6/10) kemarin. (M.NURKOZIM/RADAR BOJONEGORO)
KARNAVAL : Siswa-siswi SMP Muhamamdiyah 9 Bojonegoro menggelar karnaval Jumat (6/10) kemarin. (M.NURKOZIM/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Gelaran event di Bojonegoro bakal semakin merata. Pemkab Bojonegoro tidak lagi memusatkan kegiatan di wilayah perkotaan. Ke depan, sejumlah agenda hiburan dan festival akan lebih banyak digelar di tingkat kecamatan hingga desa.

Langkah tersebut bukan sekadar untuk menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Namun, juga menjadi strategi menggerakkan roda perekonomian hingga lapisan bawah. Terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Lukiswati mengatakan, sejumlah desa dan kecamatan mulai berinisiatif menggelar festival dengan mengangkat potensi lokal. Di antaranya Festival Salak, Festival Belimbing, hingga Festival Ledre.

Advertisement

‘’Tahun ini desa atau kecamatan sudah banyak yang menggelar festival. Seperti Festival Salak, Belimbing, dan Ledre,’’ ungkapnya.

Antusiasme masyarakat terhadap berbagai agenda tersebut cukup tinggi. Setiap ada kegiatan, warga berbondong-bondong datang untuk menikmati hiburan sekaligus meramaikan lokasi acara. Kondisi ini menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan.

Advertisement

Menurut Lukiswati, semakin banyak kegiatan yang digelar di tingkat desa dan kecamatan, semakin besar pula peluang perputaran ekonomi di wilayah tersebut. Sebab, masyarakat bisa merasakan langsung manfaat dari penyelenggaraan event.

‘’Inovasinya nanti di situ. Kecamatan dan desa berinovasi menggelar acara,’’ jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Bojonegoro sempat merencanakan gelaran Bojonegoro Night Carnival pada akhir Oktober lalu. Namun, beberapa hari menjelang pelaksanaan, agenda tersebut dibatalkan. Sebagai gantinya, digelar Bojonegoro Car Free Night yang diisi dengan pertunjukan seni tradisional sandur dan pembagian jajanan gratis.

Ke depan, pengembangan event di berbagai wilayah diharapkan semakin memperkuat daya tarik wisata Bojonegoro. Terlebih, kabupaten ini memiliki beragam potensi destinasi wisata. Ditambah lagi, Geopark Bojonegoro telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark.

‘’Harapannya nanti semakin banyak yang berwisata di Bojonegoro,’’ pungkasnya. (dik/zim)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rangkaian HJB ke-349: Festival Ledre Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Rangkaian HJB ke-349: Festival Ledre Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Aroma pisang raja dan gula menyeruak dari tungku-tungku kecil di Desa/Kecamatan Purwosari, Kamis (8/10) malam.

Festival Ledre Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Pembuka Rangkaian HJB ke-349 

Festival Ledre Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Pembuka Rangkaian HJB ke-349 

Aksi pembuatan ledre massal tersebut menjadi salah satu daya tarik festival yang sekaligus membuka rangkaian peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349.

LPPM Unigoro Rampungkan Kajian Rencana Pengelolaan Wisata Waduk Gongseng, Disbudpar Bojonegoro: Siapkan Uji Coba Destinasi

LPPM Unigoro Rampungkan Kajian Rencana Pengelolaan Wisata Waduk Gongseng, Disbudpar Bojonegoro: Siapkan Uji Coba Destinasi

Ketua Tim Penyusun Kajian LPPM Unigoro, Endang, SE., MM., memaparkan hasil kajian yang memuat roadmap pengembangan wisata Waduk Gongseng dalam tiga tahapan strategis.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer