Mimpi warga Desa Sumberarum, Kecamatan Ngraho, memiliki agrowisata jambu air citra arum mulai terwujud. Impian sejak 2018 lalu itu pohon jambu air berwarna merah merona dengan ukuran genggaman tangan orang dewasa itu mulai berbuah.
M. IRVAN RAMADHON, Radar Bojonegoro
LANGIT cerah mengiringi perjalanan Jawa Pos Radar Bojonegoro menuju Agrowisata Jambu Citra Arum di Desa Sumberarum, Kecamatan Ngraho. Kebun jambu air berjarak sekitar 46 kilometer dari pusat kota Bojonegoro.
Perjalanan membutuhkan waktu tempuh sekitar 1 jam 15 menit dari pusat kota. Melintasi Kecamatan Dander, Ngasem, Ngambon, Tambakrejo, hingga Ngraho. Selama perjalanan, sulit menemukan kata bosan, disuguhi pemandangan sawah dan hutan rindang. Suguhan kegiatan masyarakat khas pedesaan menjadi pengalaman menyenangkan. Mulai mencari kayu bakar hingga panen padi.
Sampai di Desa Sumberarum, cukup sulit menemukan kebun jambu citra arum. Kebun tersembunyi di balik perkampungan warga. Namun, hanya bertanya ke masyarakat sekitar akan ditunjukkan arah menuju kebun tersebut.
Pemilik kebun langsung menyapa dengan ramah ketika sampai di Agrowisata Jambu Citra Arum. Menyambut pengunjung masuk tanpa harus membayar tiket masuk. Puluhan pohon jambu air menyambut. “Silakan dicoba jambunya,” sapa Muhdlori, pemilik salah satu kebun jambu citra arum.
Muhdlori dengan sigap mengantar pengunjung berkeliling kebun dan memetikkan jambu air sudah matang. Perlu kejelian mengetahui keberadaan jambu di balik dedauan rimbun. Namun pengunjung boleh memetik sendiri.
“Baru buah pertama, sehingga belum banyak,” ungkap Muh sapaan akrabnya.
Menurut pria bertopi tersebut di awal berbuah, jumlah jambu tidak banyak. Namun nantinya ketika sudah puncak panen, seluruh ranting pohon akan dipenuhi jambu air berwarna merah merona.
“Perkiraan panen raya Agustus mendatang, berlangsung hingga akhir tahun. Bahkan tahun depan diperkirakan masih berbuah,” jelasnya sambil menyodorkan jambu siap dimakan.
Jambu air citra arum memiliki ukuran lebih besar dari jambu jenis lainnya. Ukurannya seperti air mineral kemasan gelas. Warna merah merona menyelimuti seluruh bagian buah. Daging buah tebal dan tanpa biji. Rasanya manis, segar, dan kandungan air cukup banyak.
Muhdlori menjelaskan, pohon jambunya sudah ditanam sejak empat tahun lalu. Ketika akan mencapai puncak panen perlu dipangkas dahan dan rantingnya. Sebab terlalu rimbun. Pemangkasan berpengaruh pada panen maksimal. “Menjelang penan raya dipangkas, dan dipupuk,” jelasnya.
Tahun lalu kebun jambu milik Muhdlori mampu mengahasilkan 12 kuintal jambu air dari sekitar 40 pohon. Setiap pohon berbuah sekitar 25 kilogram.
Sekitar lima kebun jambu citra arum tersebar di Desa Sumberarum. Untuk bisa berkunjung harus menghubungi pemilik kebun, demi memastikan ketersediaan buah. Sebab, buah belum bisa memenuhi permintaan yang banyak. “Baiknya berkunjung di akhir pekan,” terangnya.
Asrori anggota kelompok kerja kebun jambu citra arum mengatakan, pengelolaan Agrowisata Jambu Citra Arum dilakukan bersama dengan kelompok. Sehingga kebun menyebar di desa, agar ketersediaan jambu bisa memenuhi permintaan.
Selain berbasis kebun, masyarakat sekitar kebun juga memiliki satu hingga dua pohon di perkarangan. Sehingga bisa mendukung keradaan kebun jambu citra arum. “Harga jambu petik di kebun Rp 25 ribu perkilogram,” ungkapnya.
Menurut Asrori bibit jambu citra arum berasal dari Desa Sumberarum sendiri yang dicangkok. Pohon pertama tersebut ada sejak 1997. Dikembangkan menjadi kebun. Ke depan diproyeksikan sebagai sentra buah jambu air. (*/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto