RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pembangunan trotoar di wilayah Bojonegoro Kota menyebabkan ratusan pohon di jalan protokol harus ditebang. Penebangan pohon dilakukan agar saluran baru bisa mengalirkan air lebih lancar.
Pohon-pohon yang ditebang itu rencananya akan diganti baru. Pohon penggantinya bukan tabebuya seperti yang sudah banyak ditanam di trotoar.
"Rencananya akan diganti pohon pule," ungkap Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, Erna Zulaika.
Pilihan jatuh pada pohon pule karena pule menghasilkan oksigen lebih banyak dibanding tabebuya. Dengan demikian, pohon pule itu bisa membuat Bojonegoro lebih sejuk.
"Berdasarkan kajian tim kami, satu pohon pule menghasilkan oksigen yang sama dengan sepuluh tabebuya," ujarnya.
Tabebuya bukanlah tanaman penyejuk, melainkan hanya tanaman hias.
Jika sedang berbunga, pohon tabebuya memang sangat indah. Bojonegoro terlihat mirip seperti Jepang saat musim bunga sakura.
Namun, keindahan itu tidak mengurangi suhu udara panas di Bojonegoro. Bahkan, beberapa tahun terakhir suhu udara di Bojonegoro sangat panas.
"Pohon pule nantinya diharapkan membuat Bojonegoro lebih sejuk," tambahnya.
Proyek trotoar saat ini tengah dikerjakan di sejumlah jalan protokol Bojonegoro. Targetnya, hingga akhir Desember nanti proyek sudah selesai. Anggaran pembangunan trotoar itu mencapai Rp50 miliar. (zim)
Editor : M. Nurkhozim