RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kemudahan mengakses layanan kesehatan dan meningkatnya dukungan terhadap sektor pertanian menjadi bukti nyata manfaat program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
Masyarakat mulai merasakan manfaatnya secara langsung, baik melalui pelayanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau maupun program pertanian yang mendukung peningkatan kesejahteraan petani.
Salah satu warga asal Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, Siti As Tutik, merasa sangat terbantu dengan adanya BPJS Kesehatan yang menjadi salah satu program Pemkab Bojonegoro. Juga, dengan adanya program bebas Tuberkulosis (TBC).
Baca Juga: Inilah Empat Program Layanan Kesehatan Yang Diluncurkan Pemkab Bojonegoro
Menurutnya, program Pemkab Bojonegoro tersebut sangat membantunya dan keluarga. Mengingat, sang putri pernah terkena TBC saat masih duduk di dibangku TK. Dengan adanya program tersebut, buah hatinya bisa mendapat perawatan dengan baik dan cepat. Hingga berhasil sembuh dari TBC, setelah enam bulan rutin melakukan pengobatan.
"Sangat terbantu. Anak saya bisa sembuh dari TBC dengan pelayanan yang baik dan semuanya gratis. Berkat adanya program BPJS Kesehatan dari Pemkab Bojonegoro juga. Jadi, terima kasih untuk Pemkab atas program yang berdampak nyata ini," kata ibu rumah tangga tersebut.
Hal sama disampaikan oleh warga asal Kecamatan Sumberrejo, Dinana. Menurutnya, adanya program BPJS kesehatan sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat. Misalnya, saat proses bersalin, bisa gratis, tanpa mengeluarkan biaya sepeserpen. Kecuali, untuk kebutuhan bayi.
Baca Juga: Kawal Pembangunan Kesehatan dengan Program Germas
"Tetangga juga banyak merasakan manfaat BPJS kesehatan. Utamanya, saat berobat dan memeriksakan kesehatan di faskes terdekat. Melakukan operasi juga gratis, seperti penyakit ambien," bebernya.
Tidak hanya di sektor kesehatan. Manfaat nyata juga dirasakan oleh masyarakat di sektor pertanian. Seperti yang disampaikan oleh salah satu petani asal Kecamatan Dander, Satam, bahwa di 2025 merupakan keberhasilan bagi petani padi di Bojonegoro. Dimana tanaman padi bisa tumbuh dengan baik, tanpa serangan hama maupun penyakit lain yang mengakibatkan gagal panen. Sehingga, pertumbuhan padi bisa maksimal. Selain itu, harga panen juga tinggi. Menguntungkan bagi para petani.
Karena keberhasilan tanam tersebut, bapak 3 anak itu memutuskan untuk kembali menanam padi lagi di tahun ini.
"Alhamdulillah, padinya sehat, panennya juga melimpah," terangnya.
Tidak dipungkiri, keberhasilan tersebut juga atas upaya Pemkab melalui program yang digulirkan. Termasuk, bantuan sarana prasarana serta alat dan mesin pertanian (alsintan). Salah satunya, adanya pupuk bersubsidi.
Baca Juga: Bupati Bojonegoro Medhayoh di Gayam, Tinjau Pertanian hingga Program Gayatri
"Pupuk sangat penting untuk kesuburan padi. Adanya pupuk subsidi cukup meringankan kami. Dibanding beli pupuk nonsubsidi yang harganya jauh lebih mahal," pungkasnya. (*/ewi)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah