11 Desa Krisis Air Bersih, BPBD Telah Salurkan 51 Tangki Juga Sosialisasi Cegah Kebakaran Hutan

M. Irvan Romadhon • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 07:30 WIB
KEKERINGAN: Pendistribusian air bersih di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho. Hingga kini 11 desa di 7 kecamatan mengalami kekeringan. (M. NURCHOLIS/RADAR BOJONEGORO)
KEKERINGAN: Pendistribusian air bersih di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho. Hingga kini 11 desa di 7 kecamatan mengalami kekeringan. (M. NURCHOLIS/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM  - Kekeringan mulai melanda beberapa desa di Bojonegoro. Terutama di wilayah selatan Kota Ledre. Hingga kemarin (23/7) tercatat 11 desa di 7 kecamatan mulai mengalami krisis air bersih.

Desa-desa tersebut mulai meminta bantuan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro. Total 51 tangki air bersih sudah disalurkan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi mengatakan, hingga kemarin sudah terdapat 11 desa di 7 kecamatan yang mendapatkan distribusi air bersih. Di antaranya Desa Deru, Sumberharjo, dan Margoagung turut Kecamatan Sumberrejo.

Baca Juga: Proyeksi APBD 2027 Rp 5 Triliun, Turun Rp 1,25 Triliun Dibanding 2026

Lalu, Desa Sumberjokidul, Kecamatan Sukosewu; Desa Sugihwaras dan Luwihaji turut Kecamatan Ngraho; Desa Nglampin di Kecamatan Ngambon; Desa Papringan di Kecamatan Temayang, Desa Meduri di Kecamatan Margomulyo; serta Desa Sendangharjo dan Trenggulunan di Kecamatan Ngasem.

Pihaknya meminta masyarakat untuk melakukan manajemen air bersih selama musim kemarau. Mulai dari menghemat air dengan menggunakan air bersih secara efektif untuk kebutuhan utama. Kemudian melindungi kualitas air baku dan merawat sumber air di sekitar tempat tinggal. ‘’Manfaatkan bak penampungan untuk mencukupi cadangan air harian,” jelasnya.

Baca Juga: Sembilan Desa di Bojonegoro Langganan Kekeringan: Tersebar di Enam Kecamatan

Berdasar hasil pemetaan BPBD Bojonegoro, terdapat sekitar 72 desa di 20 kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

BPBD mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih agar segera berkoordinasi melalui pemerintah desa maupun kecamatan setempat. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi bantuan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Selain itu, mengimbau masyarakat melakukan pencegahan kebakaran lahan dan permukiman selama musim kemarau. Tentu dengan tidak membakar sampah, sisa tanaman, atau rumput kering di pekarangan terbuka.

Lalu menghindari membuang puntung rokok yang masih menyala secara sembarangan. Juga periksa instalasi listrik rumah secara berkala untuk menghindari korsleting akibat suhu panas. ‘’Petani kawasan hutan dilarang keras membuka atau membersihkan lahan dengan metode pembakaran,” tegasnya. (irv/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
kekeringan bojonegoro bpbd krisis air bersih