BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro mulai memasuki tahap persiapan. Bangunan ruko di dalam area pasar kini mulai dibongkar, sementara para pedagang telah mengosongkan kios dan berpindah ke Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Imam Sholikin mengatakan, pihaknya akan mengawal secara ketat pelaksanaan proyek tersebut. Pasalnya, pembangunan Pasar Kota menggunakan anggaran APBD yang cukup besar, yakni sekitar Rp80 miliar pada tahap pertama.
"Kami tentu akan terus mengawal proses pembangunan pasar tersebut agar anggaran yang besar itu benar-benar menghasilkan fasilitas pasar yang representatif bagi masyarakat," ujar politikus PKB tersebut.
Menurut Imam, Pasar Kota yang baru diharapkan menjadi ikon baru Kabupaten Bojonegoro. Konsep yang diusung memadukan fungsi pasar tradisional dengan fasilitas modern sehingga mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus menarik masyarakat dari luar daerah untuk berbelanja.
Berdasarkan rencana, gedung pasar akan dibangun tiga lantai. Setiap lantai dilengkapi area parkir kendaraan sehingga memudahkan akses bagi pengunjung. Bahkan, lantai paling atas direncanakan dimanfaatkan sebagai area kafe.
"Informasinya, lantai paling atas akan digunakan untuk kafe," katanya.
Meski mendukung pembangunan tersebut, Imam mengingatkan kontraktor pelaksana agar memperhatikan target waktu penyelesaian proyek. Sebab, pelaksanaan pembangunan dimulai saat tahun anggaran telah memasuki semester kedua sehingga waktu pengerjaan relatif terbatas.
"Kami dalam waktu dekat akan meminta penjelasan dari OPD terkait mengenai progres dan jadwal pelaksanaan proyek ini," tegasnya.
Pembangunan gedung Pasar Kota Bojonegoro direncanakan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahun ini, pekerjaan difokuskan pada pembangunan struktur gedung dengan anggaran sekitar Rp80 miliar. Sementara penyelesaian pembangunan akan dilanjutkan pada tahun depan dengan kebutuhan anggaran yang diperkirakan hampir sama besarnya. (zim)
Editor : M. Nurkhozim