Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tiga SDN di Bojonegoro Tak Dapat Siswa Baru, Tahun Ajaran Baru Dimulai 13 Juli

M. Irvan Romadhon • Jumat, 10 Juli 2026 | 07:30 WIB
Ilustrasi siswa SD. (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi siswa SD. (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kinerja Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro perlu ditingkatkan, selain terjadi 83 kekosongan kursi kepala sekolah (KS) di tingkat SDN dan SMPN. Menjelang tahun ajaran baru, tiga SDN tidak mendapatkan siswa baru.

Berdasarkan website SPMB SD Bojonegoro tiga sekolah belum mendapatkan siswa baru adalah SDN Malingmati III, Kecamatan Tambakrejo, SDN Piyak, Kecamatan Kanor, dan SDN Sumberagung II, Kecamatan Ngraho.

Baca Juga: Skema PI Blok Cepu Bakal Diubah, Demi Meningkatan Pendapatan Daerah

Padahal tahap pemenuhan pagu sistem penerimaan murid baru (SPMB) SDN sudah berakhir 6 Juli lalu. Sehingga dipastikan sekolah tersebut tak memiliki siswa baru di tahun ajaran baru mendatang. Terlebih seluruh tahapan SPMB SD telah usai.

Akademisi pendidikan menilai fenomena sekolah tak mendapatkan siswa baru terjadi akibat akumulasi berbagai faktor. Mulai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan di bawah disdik, kemudian hingga banyaknya pilihan sekolah.

Ketua Inspirasi Akademisi dan Periset Bojonegoro (Inspira Risbo) Ima Isnaini Taufiqur Rohmah mengatakan, fenomena SD Negeri yang belum memperoleh siswa baru perlu dilihat secara komprehensif, bukan sekadar persoalan SPMB.

Ilustrasi dan Grafis SDN tak dapat murid. (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi dan Grafis SDN tak dapat murid. (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

 

Baca Juga: 89 Guru Dilantik Jadi Kepala Sekolah, Sisakan 83 Kursi KS di Bojonegoro yang Masih Kosong

Dibutuhkan evaluasi berbasis data mengenai demografi, persebaran penduduk, dan kualitas layanan pendidikan agar kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

‘’Fenomena ini kemungkinan merupakan akumulasi dari berbagai faktor, bukan hanya persoalan SPMB tetapi juga data nasional menunjukkan angka kelahiran terus menurun dalam beberapa tahun terakhir,” ungkapnya.

Dampak penurunan angka kelahiran tersebut mulai dirasakan pada jenjang SD, terutama di wilayah pedesaan dengan pertumbuhan penduduk yang rendah. Selain itu, saat ini orang tua kini memiliki lebih banyak pilihan. Seperti SD negeri lain yang dianggap lebih unggul, SD swasta dan Sekolah berbasis agama atau asrama.

Baca Juga: Dewan Pendidikan Bojonegoro Bangun Sinergi dengan Pemkab, Bahas Roadmap hingga Anak Tidak Sekolah

Dia melihat momentum ini sebagai kesempatan untuk memperkuat inovasi pendidikan. Sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan peserta didik dapat didorong memiliki keunggulan atau program khas yang menjadi daya tarik bagi masyarakat, misalnya sekolah berbasis literasi, sains, lingkungan, budaya lokal, atau penguatan karakter.

‘’Yang terpenting adalah memastikan setiap anak tetap memperoleh akses pendidikan yang berkualitas, sekaligus menjaga efektivitas penyelenggaraan pendidikan di Bojonegoro," tegasnya.

Kinerja Disdik Disorot

Direktur Giri Foundation Rian Adi Kurniawan menambahkan, kinerja disdik perlu ditingkatkan. Karena sebelumnya terjadi polemik tentang beasiswa yang telat cair, kemudian setelah ramai baru diproses, dan cair.

Kemudian ada kekosongan kepala sekolah yang terjadi cukup lama, sehingga mutu pendidikan tentu tidak maksimal. Bahkan, sekitar 4.500 anak tidak sekolah.

Baca Juga: Kekosongan KS Mengurangi Mutu Pendidikan: DPRD Bojonegoro Desak Pengisian Disdik Pastikan Proses di BKN

‘’Sekarang ada lagi, tiga SDN yang tidak dapat siswa baru, tentu kinerja disdik dipertanyakan,’’ katanya penasaran.

Jika ini tidak segera ditanggapi serius, kata Rian, tahun depan tidak menutup kemungkinan jumlah SDN yang tidak mendapat siswa baru bertambah. ‘’Sekolah tidak dapat siswa baru itu bukti, jika masyarakat sudah tidak percaya,’’ kritiknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Anwar Mukhtadlo belum memberikan tanggapannya terkait tiga SDN belum mendapatkan siswa baru. Ketika dihubungi Jawa Pos Radar Bojonegoro Anwar mengaku masih rapat.

‘’Maaf, masih rapat di pemkab,” ujarnya. (irv/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#Tak dapat siswa #Siswa #bojonegoro #Disdik #SDN