RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tercatat 16 desa belum semua mencairkan dana desa (DD) tahap satu per 3 Juni. Desa dipacu segera menyalurkan sebab batas akhir pencairan 15 Juni.
Sementara itu, dari total anggaran Rp 137,1 miliar, pencairan menyisakan Rp 63,6 miliar.
Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan (KPPN) Bojonegoro Teguh Ratno Sukarno menyampaikan, penyaluran DD tahap satu mencapai Rp 73,5 miliar dari total pagu Rp 137,1 miliar. Desa mencairkan sebanyak 394 desa. "Sisa pagu Rp 63,5 miliar," imbuh Teguh.
Dia menjelaskan, batas penyaluran DD tahap satu yakni 15 Juni. Jika lewat tanggal tersebut penyalurannya dapat dilakukan dengan menyertakan surat pernyataan kesanggupan melaksanakan DD tahap satu oleh kepala desa (kades). "Tidak ada (batas waktu, red) yang penting ada kesanggupan dari kades," tegas dia.
Baca Juga: APBD Bojonegoro 2026 Bergeser Jadi Rp 6,3 Triliun, Dipicu Penurunan Pagu Dana Desa
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro Djoko Lukito mengatakan, sejumlah 16 desa belum mencairkan DD tahap satu per 3 Juni. Namun, belum membeberkan desa mana yang belum tersebut.
"Sekarang (3/6, red) kurang 16 desa saja," katanya.
Terpisah, Kades Banjarejo, Kecamatan Sumberrejo Moch. Sahroni mengatakan, pihaknya baru mengajukan pencairan ke kecamatan pada Rabu lalu. "Karena ada keterlambatan. Cepat lambat ini salah satunya juga dari DPMD, kalau dari pusat perihal pendanaan," beber dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana