RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI di Bojonegoro telah diumumkan pada Jumat (29/5). Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro masih belum dapat mengetahui rata-rata nilai TKA secara keseluruhan karena hasil yang diterima saat ini masih terbatas pada masing-masing sekolah.
Kepala Disdik Bojonegoro, Anwar Muhtadho, mengatakan bahwa rekapitulasi nilai secara menyeluruh masih dalam proses. Karena itu, pihaknya belum dapat menyimpulkan kualitas capaian TKA peserta didik di tingkat kabupaten.
“Hasil rata-rata untuk keseluruhan belum ada. Saat ini masih per sekolah,” ujarnya.
Menurut Anwar, TKA merupakan program yang baru pertama kali dilaksanakan tahun ini sehingga belum ada data pembanding dari tahun sebelumnya. “TKA ini juga baru dilaksanakan tahun ini. Tahun lalu belum ada,” jelasnya.
Baca Juga: Pengumuman Hasil TKA SMP-SD Mundur, Baru Dapat Diakses Sekolah
Disdik Bojonegoro berencana melakukan pemetaan terhadap hasil TKA untuk mengetahui mata pelajaran yang masih memerlukan peningkatan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar perbaikan proses pembelajaran di sekolah agar capaian siswa pada pelaksanaan TKA tahun depan dapat meningkat.
Selain sebagai instrumen evaluasi pendidikan, hasil TKA juga akan digunakan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP negeri. Jalur TKA menjadi satu-satunya jalur yang belum dibuka dalam tahapan SPMB tahun ini.
“SPMB jalur TKA akan dibuka pada 4–5 Juni mendatang,” terang Anwar.
Pada jalur tersebut, persaingan calon peserta didik akan ditentukan berdasarkan nilai TKA. Semakin tinggi nilai yang diperoleh, semakin besar peluang siswa diterima di sekolah tujuan.
Disdik juga akan mendata siswa yang memperoleh nilai TKA tinggi untuk memastikan mereka telah mengikuti proses pendaftaran SPMB. Jika belum mendaftar melalui jalur lain, siswa masih memiliki kesempatan menggunakan jalur TKA.
“Jika belum mendaftar, bisa menggunakan jalur TKA,” katanya.
Dalam pelaksanaan TKA tahun ini, terdapat dua mata pelajaran yang diujikan, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia.
Berdasarkan data yang dihimpun Radar Bojonegoro, nilai tertinggi TKA mata pelajaran Matematika diraih Giovano Dewangga Kusuma, siswa SDN Kadipaten 2 Bojonegoro dengan nilai 96,67. Sementara itu, nilai tertinggi Bahasa Indonesia diraih Abid Nauval Pranaja dari SDN Baureno dengan nilai 100.
Kepala SDN Kadipaten 2 Bojonegoro, Budiono, mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih salah satu siswanya tersebut. Menurut dia, capaian itu merupakan hasil kerja keras berbagai pihak, mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga sekolah.
“Alhamdulillah, satu siswa kami meraih nilai tertinggi Matematika. Ini hasil kerja keras bersama,” ujarnya. (zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana