RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Hujan deras yang mengguyur Bojonegoro dalam sepekan terakhir memicu banjir di sejumlah wilayah. Namun, rerata genangan air kali ini bukan berasal dari luapan Bengawan Solo, melainkan dari sungai-sungai kecil yang tak mampu menampung derasnya debit air hujan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi membenarkan, bahwa adanya banjir di beberapa titik. Ia menyebut, hingga Oktober ini tercatat lima titik banjir luapan di berbagai wilayah. ’’Banjir luapan bulan Oktober, lima titik,” ungkapnya.
Heru menjelaskan, banjir pertama terjadi pada Selasa (21/10) di Dusun Gondang (Lor Kali), Desa/Kecamatan Gondang. Banjir kembali terjadi Jumat (24/10) di dua lokasi, yakni Dusun Tingan, Desa Sumbergede, Kecamatan Kepohbaru, serta Dusun Mindi, Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras.
’’Dan, Sabtu (25/10) di Dusun Petak, Kecamatan Malo,” terangnya. Seluruh peristiwa banjir tersebut disebabkan oleh hujan berintensitas tinggi yang membuat aliran sungai meluap. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan berat akibat kejadian ini.
Berdasar data BPBD, wilayah Bojonegoro memang memiliki 55 desa di 14 kecamatan yang masuk dalam peta rawan banjir luapan dan bandang. Kategori paling tinggi berada di Kecamatan Sekar, Gondang, Temayang, Sukosewu, dan Malo, sedangkan potensi tinggi juga terdapat di wilayah Dander, Ngambon, Bubulan, Ngasem, dan Kapas.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan deras dan luapan air di sekitar permukiman, terutama di daerah-daerah yang masuk zona rawan. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana