BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kelangkaan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Bojonegoro, pemicunya diduga ada oknum yang memainkan di jalur distribusi.
Sebab, sesuai data dari PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinusa, suplai setiap hari sekitar 34.670 tabung per hari.Namun, fakta di lapangan terjadi kelangkaan. Sehingga, semua pihak diminta memantau jalur distribusi.
Menurut Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto, sudah meminta tambahan kuota elpiji bersubsidi itu untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi belakangan, dan stok elpiji pun langsung ditambah Pertamina Patra Niaga Regional V Jatim Balinusa. ‘’Penambahan stok untuk mengatasi kelangkaan,” terangnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Azizah menambahkan, dalam surat yang ditandanganinya, Pertamina Patra Niaga Regional V sendiri sudah menambah pasokan sebanyak 106 Metrik Ton per hari atau setara 34.670 tabung LPG 3 Kg per hari. Menurutnya, Kelangkaan terjadi di level pengencer dan harganya lebih tinggi. Sedangkan di pangkalan LPG resmi harga HET Rp 16.000/tabung. ‘’Belinya di pangkalan agar dapat jaminan LPG selalu tersedia dan lebih murah,’’ imbuhnya.
Sementara itu, pemilik pangkalan LPG d Desa Pacul, Ulfa mengatakan, sejumlah daerah yang mengalami kelangkaan ini dimungkinkan bukan dari pangkalan. Tetapi ditingkat pengecer. Sebab, saat musim hajatan seperti sekarang permintaan masyarakat memang bertambah.
‘’Kami mengutamakan pelayanan bagi masyarakat sekitar dulu. Meski setelah ada distribusi barang langsung habis, tetapi tidak sampai terjadi kelangkaan,’’ ungkap Ulfa.
Terpisah, Area Manager Comm, Rel & CSR PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi mengaku, pihaknya selalu siap dan tanggap jika terjadi kelangkaan LPG di semua wilayah Regional V.
“Kami telah menambah pasokan LPG untuk Bojonegoro dan dipastikan stoknya aman. Kami juga menghimbau agar warga membeli di pangkalan langsung. Selain harganya lebih murah, stoknya juga terjamin selalu ada,” tandas Ahad.
Sementar itu, Section Head Communication & Relation atau Kasi Komunikasi dan Relasi Pertamina Patra Niaga region Jawa Timur Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalimus) Taufiq Kurniawan mengatakan, berdasar data Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, distribusi atau kebutuhan harian elpiji 3 kg di Bojonegoro mencapai 34.670 tabung. Sehingga diklaim masih aman.
Adapun agen sejumlah 23 agen dan pangkalan resmi sebanyak 1.257 pangkalan. Tersebar di berbagai wilayah desa.
‘’Setiap desa paling sedikit di pelosok Bojonegoro minimal terdapat dua pangkalan resmi Pertamina,’’ kata
Taufiq menjelaskan, rerata desa memiliki tiga sampai empat pangkalan. Sedangkan, wilayah pelosok paling sedikit dua pangkalan resmi. ‘’Sudah kami tambahi (stok) untuk hari libur (tanggal merah) sesuai permintaan pemda (pemerintah daerah),’’ bebernya.
Dia menjelaskan, penambahan jumlah itu maksudnya mendistribusikan elpiji 3 kg meski hari libur. Jumlahnya sama dengan distribusi harian.
Dia menegaskan, untuk mengatasi permasalahan di lapangan pemda harus turun mengawasi pelaku usaha nonmikro. Sebab, disinyalir masih menggunakan elpiji 3 kg yang tidak sesuai peruntukkan. ‘’Pemda harus turun mengawasi pelaku usaha nonmikro yang masih pakai elpiji 3 kg,’’ tegasnya.
Dia menambahkan, untuk mengatasi masalah yang banyak dikeluhkan masyarakat terkait kelangkaan elpiji beberapa daerah telah melakukan sidak (inspeksi mendadak). Seperti Madura dan Banyuwangi.
Namun, lanjut dia, Bojonegoro belum mau diajak untuk melakukan. ‘’Bojonegoro kami ajak (sidak) belum mau,’’ tegasnya.
Namun, Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Nurul Azizah menampik informasi bahwa pemkab tidak mau sidak. Perempuan kerap disapa Nurul itu mengatakan, pemkab siap melaksanakan sidak. ‘’Andai diminta besok juga siap,’’ katanya terpisah. (yna/dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari