Totalnya, sebanyak 23 desa tersebar di 16 kecamatan. Sertifikatnya diprediksi selesai pada September.
‘’Setelah seleksi berdasar kesiapan desa. Ditetapkan berdasar SK (surat keputusan) sementara ini yang menerima 23 desa,’’ jelas Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bojonegoro Andreas Rochyadi.
Andreas menegaskan, dari 60 desa berpotensi menjadi penerima kuota PTSL berdasar undangan BPN 2023 hanya sekitar 35 desa diseleksi.
Hasilnya, hanya 23 desa ditetapkan sebagai penerima kuota PTSL 2024 sesuai kesiapan masing-masing. Meliputi Desa Jari, Kecamatan Gondang; Desa Sumberarum, Kecamatan Dander; Desa Payaman, Kecamatan Ngraho; Desa Purworejo, Ngasiman, dan Prangi, Kecamatan Padangan; serta Desa/Kecamatan Ngambon.
Dilanjutkan Desa Klino, Kecamatan Sekar; Desa Drajat, Sembunglor, dan Sraturejo, Kecamatan Baureno; Desa Soko, Kecamatan Temayang; Desa/Kecamatan Kedungadem; dan Desa Kabunan, Kecamatan Balen.
Selain itu, Desa Drenges, Panunggalan, dan Desa/Kecamatan Sugihwaras; Desa Sumuragung dan Wotan, Kecamatan Sumberrejo; Desa Kepoh, Kecamatan Kepohbaru; Desa Sarangan, Kecamatan Kanor; Desa Besah, Kecamatan Kasiman; dan Desa Kemiri, Kecamatan Malo.
Total kuota PTSL 2024 untuk Bojonegoro sebanyak 11.000 hektare atau 25.000 bidang. Namun, sejumlah 3.000 hektare atau 7.000 bidang mengalami penundaan atau belum salur. Disebabkan keterbatasan dana pemerintah pusat.
Terkait biaya, lanjut dia, mulai sertifikat, pengukuran, hingga pengerjaan tanah ditanggung pemerintah.
Sedangkan, biaya pra atau sebelum pengerjaan dibebankan pada masyarakat penerima. ‘’Untuk nominal sesuai kesepakatan desa. Antara panitia dan masyarakatnya. Pembiayaan PTSL ini bersumber dua jenis itu,’’ jelasnya. Adapun kebutuhan pembiayaan pra kegiatan di antaranya untuk patok, materi, serta biaya operasional.
Dia menyampaikan, batasan biaya berdasar surat edaran (SE) untuk wilayah Jawa Rp 150 ribu. Namun, dibatasi untuk tiga patok hingga materai.
‘’Sehingga memungkinkan ada tambahan dana sesuai kebutuhan,’’ tuturnya.
Dia menambahkan, sertifikat PTSL selesai dan bisa dibagikan sekitar September mendatang. (yna/msu)
Editor : Hakam Alghivari