Impian pebulu tangkis cilik Bojonegoro cukup bersemangat bisa menembus atlet nasional. Mengingat cabor bulu tangkis ini penyumbang emas Indonesia setiap gelaran internasional.
Rafael Abielfa, bersama adiknya Aluna Cellomita rutin latihan setiap pagi dan sore. Selain fisik, juga menjaga asupan makan. Mengurangi makanan instan dan minuman kaleng. ‘’Suka bulu tangkis sejak lama. Sekarang ikut kejurkab ingin jadi juara,” tutur Rafael Abielfa.
Semangat berkobar membawa Rafael Abielfa dan Aluna Cellomita menembus finalis kejurkab. Dua atlet cilik tergabung Persatuan Bulu Tangkis (PB) Angling Kusuma Bojonegoro itu menekuni bulu tangkis sejak kelas satu dan tiga SD.
Afianti Sumadi orang tua Rafael dan Aluna mengatakan, latihan di klub lima kali seminggu, selebihnya penguatan sendiri di rumah. Rafael dan Aluna dilatih menjaga pola makan. Mengurangi makanan instan, minuman dingin, hingga minuman kaleng. ‘’Mengutamakan buah dan sayur. Yang tinggi serat dan sehat menunjang stamina,” tuturnya.
Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Bojonegoro Abdul Karim mengatakan, perkembangan bulu tangkis mulai maksimal pascapandemi. ‘’Mulai bangkit, masyarakat semkain senang bulu tangkis,” ujarnya.
Terdapat tujuh klub di bawah naungan PBSI Bojonegoro. Bahkan, banyak pebulu tangkis potensial dimiliki Bojonegoro. Seperti Iska Melani Putri peraih medali emas kejuaraan provinsi. Juga, pebulu tangkis bergabung klub di luar Bojonegoro. ‘’Salah satunya Ilham Pratama Tuansyah bergabung PB Djarum,” jelasnya. (yna/irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto