‘’Tiap tahunnya laporan yang masuk terus naik. Dulu sekitar 30-40 laporan per bulan, sedangkan tahun ini mencapai 100 laporan masuk per bulan,” tutur Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkarmat Bojonegoro Ahmad Adi Winarto.
Berdasar data, pada 2020 sebanyak 394 laporan, pada 2021 sebanyak 799 laporan, dan 2022 sebanyak 867 laporan. ‘’Lalu pada Januari hingga April sudah 400-an laporan masuk. Laporan didominasi ular masuk permukiman warga, lalu disusul penanganan tawon ndas atau vespa affinis,” beber Adi.
Menurutnya, jumlah penanganan ular tiap tahun selalu tinggi akibat pengaruh cuaca. Dua tahun terakhir curah hujan cukup tinggi, sedangkan ular selalu mencari tempat hangat untuk bersembunyi di gudang tumpukan barang. ‘’Jadi kebersihan rumah wajib dijaga agar tidak menjadi tempat persembunyian ular. Kadang ular masuk ke rumah juga cari makan seperti tikus,” ungkapnya.
Sementara itu, tingginya laporan masuk disebabkan masyarakat semakin mengenal damkar. Uniknya, masyarakat menganggap damkar serbabisa. Bahkan, laporan masuk benar-benar beragam. ‘’Tak jarang tim kami menangani laporan HP atau kunci masuk selokan. Juga penanganan cincin susah dilepas dari jari serta kerap menderek mobil terperosok,” ujarnya.
Adi mengatakan, terkadang tim damkar juga keterbatasan alat. Namun pada prinsipnya setiap ada laporan atau panggilan dari masyarakat, tim damkar tidak akan menolak. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto