Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Imam Nurhamid Arifin mengatakan, prediksi BMKG terkait fenomena el nino tentu jadi kabar gembira bagi petani tembakau. ‘’Karena dua tahun lalu kondisinya kemarau basah. Saat kemarau, masih sering turun hujan,” tutur Imam.
Uniknya, petani tembakau itu tidak mudah putus asa. ‘’Mereka yang memang petani tembakau sejati, biar bagaimanapun cuacanya dua tahun lalu itu tetap tanam tembakau. Bahkan, rela tanam tembakau tiga sampai lima kali,” ujarnya. Karena itu, luas tanam tembakau tiap tahunnya tetap sekitar 10.000 hingga 11.000 hektare.
Bahkan, karena cuaca dua tahun lalu kurang bersahabat, harga jual tembakau rajang bagus. ‘’Tahun lalu harganya sekitar Rp 38.000 per kilogram,” tambahnya. Adapun produktivitas lahan tembakau rata-rata mampu menghasilkan 1,2 ton tembakau kering rajangan.
Imam masih belum mengumpulkan pabrikan rokok guna menginventarisasi kebutuhan tembakau tahun ini. ‘’Secepatnya kami undang pabrikan, kalau tidak bisa ya kami konfirmasi via telepon,” katanya.
Sementara itu, stok benih tembakau juga aman. Masih ada 2,75 kilogram benih tembakau virginia K-236. Juga, 8,25 kilogram tembakau virginia T-45, dan 4 kilogram tembakau jawa grompol jati. ‘’Kebutuhannya itu 10 gram per hektare,” bebernya. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto