‘’Terkait merek itu penting,” kata Dwi Danu Wibowo perintis usaha jamur tiram.
Menurut dia, merek dapat menarik konsumen. Terutama suatu produk memiliki label atau merek serta terdaftar dan memiliki sertifikat halal. Dia berharap ada fasilitas pendaftaran merek dari pemerintah.
Kabid Sarana dan Prasarana dan Pemberdayaan Industri Disperinaker Achmad Syoleh Fatoni mengatakan, merek merupakan hal pertama mengenalkan suatu produk. Merek memberikan identitas dan jaminan. ‘’Bila telah membeli satu merek, biasanya akan membeli merek itu kembali. Penting untuk menarik konsumen,” jelasnya.
Dia melanjutkan, merek difasilitasi disperinaker ditujukan seluruh pelaku usaha baik barang maupun jasa. Dari makanan dan minuman (mamin) hingga sepatu. Satu merek digunakan satu produk atau jasa. ‘’Sasaran kami industri kecil menengah (IKM),” ujar Fatoni.
Namun, dia mengatakan, kuota pendaftaran merek difasilitasi disperinaker berkurang tahun ini. Pada 2022 sebanyak 346 kuota, sedangkan 2023 hanya 40 kuota. Menurutnya, karena ada peralihan fokus program lain. ‘’Saat ini kuota sudah habis. Kemungkinan akan ada penambahan kuota sekitar November-Desember,” tuturnya.
Selagi menunggu tambahan kuota pendaftaran merek difasilitasi, pelaku usaha diimbau memikirkan merek dan logo mulai sekarang. ‘’Biasanya proses lama karena bingung memikirkan nama merek dan logo. Padahal antusiasmenya tinggi mendaftarkan,” ujar Fatoni. (yna/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto