Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Petani Resah Serangan Babi Hutan

M. Yusuf Purwanto • Senin, 23 Januari 2023 | 17:07 WIB
SISA BABI HUTAN: Petani di Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem sedang panen jagung, mereka resah panen jagung tak maksimal karena serangan babi hutan. (Dewi Safitri/RDR.BJN)
SISA BABI HUTAN: Petani di Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem sedang panen jagung, mereka resah panen jagung tak maksimal karena serangan babi hutan. (Dewi Safitri/RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Babi hutan semakin ganas menyerang tanaman jagung petani di Dusun Bunten, Desa Tondomulo Kecamatan Kedungadem. Selain itu, beberapa binatang lain seperti kera, kijang, dan tupai juga menjadi hama yang menyerang tanaman petani.

 

Babi hutan adalah hama yang paling ganas. Tidak seperti sebelumnya yang hanya menyerang di waktu malam. Saat ini babi hutan juga menyerang di siang hari.

Berbagai upaya telah dilakukan petani. Di antaranya, memburu, memasang plastik di pinggiran ladang, hingga menjadi penunggu ladang.

 

Kepala Dusun Bunten Jamin mengatakan, selain ada yang memburu babi hutan. Sekarang para petani juga tidur di gubuk ladang untuk menjaga tanamannya.

 

Karena hama-hama tersebut selalu menyerang setiap hari dan waktunya tidak pasti. ‘’Kalau babi hutan yang menyerang, bisa ludes jagung di ladang,’’ jelasnya.

 

Menurut dia, dulu babi tidak seberani sekarang. Kalau menyerang tanaman hanya saat malam. Tapi, sekarang siangpun juga berani.

 

Saat ini yang paling banyak menyerang adalah babi dan kera. Kera di Bunten tidak takut dengan manusia. Misal, diusir hanya menggunakan kayu dia memang pergi. Tapi tidak lama kembali lagi.

 

‘’Kalau mengusir kera harus pakai senapan atau anjing baru akan takut,’’ ujarnya.

 

Dia menambahkan, kalau kera hanya memetik jagungnya saja. Beda sama babi yang merusak. Pohon-pohon jagung dirobohkan terus jagungnya di makan.

 

Jadi, kalau diserang babi langsung rusak. ‘’Baik kera maupun babi kalau menyerang selalu gerombolan. Antara lima sampai tujuh,’’ jelasnya. (ewi/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Petani #bojonegoro #Babi Hutan #Serangan