Kepala Desa Sumberejo, Nurhadi mengatakan, ditemukan dan digalinya Wisata Air Terjun dan Goa Kikik sekitar 20 tahun silam. ‘’Dikelola menjadi tenpat wisata mulai 2014 dengan dibangun gazebo di area sekitar. Dikelola oleh karang taruna (kartar) dulunya,” katanya.
Nurhadi menambahkan, setelah dijadikan tempat wisata dan dikelola, Air Terjun dan Goa Kikik sempat ramai. ‘’Namun, sepi pada masa pandemi Covid-19. Sehingga tidak ada yang merawat hingga kini. Kalau dulu kan kartar dan ada biaya masuk sebesar Rp 3 ribu untuk kebersihan,” ungkapnya.
Terkait pembangunan, Nurhadi mengatakan, terbentur dengan anggaran. ‘’Karena dana dari desa kemarin banyak dialokasikan untuk infrastruktur. Sudah kami ajukan ke pemerintah kabupaten juga, namun belum ada jawaban,” bebernya.
Sementara itu, Nurhadi berharap ada campur tangan pemerintah untuk kembali membangkitkan wisata alam Air Terjun dan Goa Kikik. ‘’Dengan dimulainya kembali wisata di sini kan bisa membantu dan menambah pendapatan warga sekitar. Bisa berjualan atau lainnya di tempat wisata,” harapnya.
Wahyu, warga perbatasan Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan, berharap hal sama. ‘’Ingin dihidupkan kembali wisata ini, biar ramai dan bantu warga sekitar,” ungkapnya. (yna/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto