Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Pasar Banjarejo Sepi Transaksi

M. Yusuf Purwanto • Kamis, 22 Desember 2022 | 17:17 WIB
LENGANG: Lorong Pasar Banjarejo tampak sepi, sejak dibangun 2020 dan ditempati 2021. Hingga kemarin (21/12) aktivitas jual beli masih sepi. (ALLIF ABDILLAH FAJAR MG-2/RDR.BJN)
LENGANG: Lorong Pasar Banjarejo tampak sepi, sejak dibangun 2020 dan ditempati 2021. Hingga kemarin (21/12) aktivitas jual beli masih sepi. (ALLIF ABDILLAH FAJAR MG-2/RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pasar Kota Baru (PKB) atau sebelumnya akrab disebut Pasar Banjarejo, kemarin (21/12) tampak sepi pengunjung. Sejak dibangun pada 2020 silam, keramaian pasar tak kunjung pulih. Sepanjang lorong pasar dibangun dari APBD itu tampak sepi aktivitas transaksi.

 

Pantauan di lokasi, penjual juga banyak yang tutup. Beberapa penjual di Pasar Banjarejo pindah berjualan ke Pasar Sukorejo. Selain karena efek pandemi Covid-19, sepinya itu diduga karena naiknya harga sewa bulanan.

 

Bertambah baiknya bangunan, tidak membuat kesejahteraan pedagang ikut membaik. Salah satu penjual di pasar Banjarejo mengatakan, kondisi pasar sepi seperti ini, lebih banyak pengeluaran, dibanding pemasukan. “Dulu hanya ditarik Rp 2.000 setiap harinya. Sekarang Rp 160.000 per bulan,” ujar pedagang enggan disebutkan namanya kemarin (21/12).

 

Menurut sumber yang mewanti-wanti namanya ditulis itu, sekarang sistemnya sewa, jadi harus bayar tiap bulan. ‘’Kalau dulu kami beli, jadi cukup bayar sekali di awal saja,” ujar dia.

https://www.youtube.com/watch?v=m9ZrC09ZWOk

 

Terpisah, penjual lainnya mengatakan, setelah dibangun pasar menjadi sepi. Padahal, dulu ramai hingga sore dengan pedagang banyak. Hanya pedagang yang kuat saja bertahan di Pasar Banjarejo. “Entah karena lorong-lorongnya kecil, bangunannya yang sempit, atau karena ada hawa gelap di lokasi ini sehingga menjadi sepi,” ujar pedagang juga enggan disebutkan namanya.

 

Salah satu petugas Pasar Banjarejo mengatakan, kondisi sepinya pasar seperti ini tidak hanya di Banjarejo. Tapi, semua pasar karena dampak pandemi Covid-19. Selain itu karena adanya persaingan dengan pedagang online.

 

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mendesak pemkab menghapus atau mengratiskan retribusi. Tentu melihat situasi dan kondisi ekonomi belum bagus.

 

Sukur menilai pasar saat ini kalah dari penjualan online. Sehingga sudah selayakanya pemkab memberi bantuan keringan retribusi kepada pedagang. Terelebih melihat kondisi Pasar Banjarejo yang sepi. (ewi/irv/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto
#pasar #Aktifitas #Sepi #bojonegoro #jual beli #pasar banjarejo