Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Kota Kian Dikepung CCTV

M. Yusuf Purwanto • Minggu, 18 Desember 2022 | 18:47 WIB
BELUM DILENGKAPI CCTV: Dua pengunjung Telaga Bandung yang menikmati waktu santainya. (ANJAR DWI P/RDR.LMG)
BELUM DILENGKAPI CCTV: Dua pengunjung Telaga Bandung yang menikmati waktu santainya. (ANJAR DWI P/RDR.LMG)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Ada lima titik terpasang closed-circuit television (CCTV) baru di jalan protokol Bojonegoro. Dua titik CCTV lalu lintas (traffic) dan tiga titik CCTV penghitung kendaraan (vehicle counting).

Berdasar data dari layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), pagu pengadaan langsung CCTV traffic sebesar Rp 114 juta, sedangkan pagu CCTV vehicle counting senilai Rp 134 juta. “Paket pekerjaannya pembelian sekaligus pemasangan,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Edy Subroto.

Dua titik CCTV traffic dipasang di perempatan Jalan dr Cipto-dr Suharso dan perempatan Jalan Basuki Rahmat-Kiai Mojo. “Lalu tiga titik CCTV vehicle counting dipasang di perempatan PLN, Bundaran Jetak, dan depan kantor uji KIR,” tambahnya.

Dasar penentuan lokasi pemasangan CCTV merupakan hasil kajian forum lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) dan usulan masyarakat. Fungsi CCTV pendeteksian dini kepatuhan lalu lintas, serta pengendalian keamanan. “Karena tak jarang terjadi kejahatan di jalam seperti jambret. Jadi dengan adanya CCTV bisa mendeteksi secara dini,” ungkapnya.

Kemudian, CCTV vehicle counting berbeda dengan CCTV traffic. CCTV vehicle counting hanya mampu menghitung jumlah kendaraan melintas. “Jadi hanya bisa menghitung, tidak ada video kendaraan yang melintas,” ujarnya.

Edy menerangkan, fungsi CCTV vehicle counting tidak hanya sebagai dasar guna menyusun rekayasa lalu lintas. “Juga bisa difungsikan dasar pengendalian inflasi. Sebab, CCTV vehicle counting ini menentukan volume capacity (VC) ratio atau rasio volume kendaraan dan kapasitas jalan. Jadi berdasar VC rasio itu mengetahui seberapa lancar disitribusi bahan pokok,” terangnya.

Apabila, imbuh dia, distribusi bahan pokok lancar tentunya tidak menimbulkan kelangkaan di pasar. Sehingga, mampu mengungkit daya beli masyarakat. Ada lima jenis bisa dideteksi vehicle counting meliputi sepeda ontel, motor, mobil, bus, dan truk.

Perlu diketahui, saat ini total CCTV traffic 28 titik. Terdiri atas 19 CCTV di perlintasan jalan raya dan 9 CCTV di perlintasan rel kereta api (KA). “Sebelumnya 26 titik CCTV traffic, lalu ada 2 titik CCTV baru. Jadi sekarang totalnya 28 titik,” ungkapnya.

Kemudian CCTV vehicle counting sebelumnya sudah ada satu titik di perempatan Jalan Clangap Kalitidu. “Jadi ditambah 2 titik CCTV vehicle counting, sehingga sekarang totalnya 3 CCTV vehicle counting. Sekarang masih proses migrasi data dan penyempurnaan sistem CCTV,” bebernya. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#patroli #Dishub #Traffic #jalan #lalu lintas. #perhubungan #CCTV #keamanan