Khususnya paket proyek pembangunan pelindung tebing di Desa Glagahwangi, Kecamatan Sugihwaras; Desa Krondonan, Kecamatan Gondang; Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan; dan Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro Kota yang baru rampung lelang dan mulai pengerjaan awal Oktober lalu.
Kabid Operasional dan Pemeliharaan Dinas PU SDA Bojonegoro David Yudha Prasetya mengungkapkan, diperkirakan progres rerata 18 titik proyek pembangunan pelindung tebing mencapai sekitar 25 persen. “Kami targetkan selesai tepat waktu,” bebernya.
Disinggung kondisi cuaca sudah musim hujan, David menilai tidak jadi halangan. “Selama hanya hujan biasa, kami rasa tidak ada masalah. Asalkan tidak banjir. Karena kami pakai material bronjong fabrikasi dan batu. Jadi tidak bergantung pada cuaca. Kalau pakai beton itu tunggu umur, jadi riskan,” imbuhnya.
Perlu diketahui, total pagu anggaran 18 titik proyek itu sebesar Rp 34,1 miliar terdiri atas 14 paket dilelang dengan pagu Rp 33,5 miliar dan 4 paket pengadaan langsung dengan pagu masing-masing Rp 200 juta, jadi total Rp 800 juta.
Ia menambahkan, 18 titik itu hasil dari pemetaan lokasi oleh dinas PU SDA dan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Khususnya lokasi rawan longsor atau banjir bandang. Sebab pelindung tebing sungai guna menanggulangi sekaligus meminimalisasi luapan air sungai.
“Jadi kami petakan titik-titik paling urgen perihal kebutuhan terhadap adanya pelindung tebing sungai guna mengantisipasi terjadinya longsor maupun banjir bandang,” tuturnya. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto