Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Kerap Hujan, Proyek Pelindung Tebing Dikebut

M. Yusuf Purwanto • Senin, 31 Oktober 2022 | 18:09 WIB
SALURAN AIR: Pelindung tebing kali di Kelurahan Mojokampung, Bojonegoro. Akhir tahun ini ada 18 titik pelindung tebing mulai digarap. (BHAGAS DANI PURWOKO/RDR.BJN)
SALURAN AIR: Pelindung tebing kali di Kelurahan Mojokampung, Bojonegoro. Akhir tahun ini ada 18 titik pelindung tebing mulai digarap. (BHAGAS DANI PURWOKO/RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Ada 18 titik proyek pembangunan pelindung tebing sungai oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro. Sisa waktunya tinggal sekitar satu setengah bulan, jadi perlu dikebut.

 

Khususnya paket proyek pembangunan pelindung tebing di Desa Glagahwangi, Kecamatan Sugihwaras; Desa Krondonan, Kecamatan Gondang; Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan; dan Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro Kota yang baru rampung lelang dan mulai pengerjaan awal Oktober lalu.

 

Kabid Operasional dan Pemeliharaan Dinas PU SDA Bojonegoro David Yudha Prasetya mengungkapkan, diperkirakan progres rerata 18 titik proyek pembangunan pelindung tebing mencapai sekitar 25 persen. “Kami targetkan selesai tepat waktu,” bebernya.

 

Disinggung kondisi cuaca sudah musim hujan, David menilai tidak jadi halangan. “Selama hanya hujan biasa, kami rasa tidak ada masalah. Asalkan tidak banjir. Karena kami pakai material bronjong fabrikasi dan batu. Jadi tidak bergantung pada cuaca. Kalau pakai beton itu tunggu umur, jadi riskan,” imbuhnya.

 

Perlu diketahui, total pagu anggaran 18 titik proyek itu sebesar Rp 34,1 miliar terdiri atas 14 paket dilelang dengan pagu Rp 33,5 miliar dan 4 paket pengadaan langsung dengan pagu masing-masing Rp 200 juta, jadi total Rp 800 juta.

 

Ia menambahkan, 18 titik itu hasil dari pemetaan lokasi oleh dinas PU SDA dan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Khususnya lokasi rawan longsor atau banjir bandang. Sebab pelindung tebing sungai guna menanggulangi sekaligus meminimalisasi luapan air sungai.

 

“Jadi kami petakan titik-titik paling urgen perihal kebutuhan terhadap adanya pelindung tebing sungai guna mengantisipasi terjadinya longsor maupun banjir bandang,” tuturnya. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#bronjong #pu sda #Pelindung Tebing #bojonegoro #Proyek #Luapan Air Sungai #bpbd